Usai Tata Ulang Frekuensi 2,1 GHz, Tri Sebut Kualitas Internet Makin Bagus

oleh -62 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Pasca dilakukannya penataan ulang frekuensi 2100 Mhz, Hutchison 3 Indonesia (H3I) pengelola penyedia layanan telekomunikasi selular Tri (3) yg sudah memenangkan seleksi tambahan frekuensi 5 Mhz mulai menempati kanal 1,2, dan 3, pada 1 Mei 2018.

BERITA TERKAIT
  • ATSI blokir kartu prabayar yg registrasi pakai NIK palsu
  • Setelah tata ulang frekuensi 2,1 GHz, kualitas jaringan dijamin bagus
  • Pemerintah dorong operator seluler konsolidasi sebelum merger

Tambahan 5 Mhz di frekuensi 2100 Mhz mulai memberikan pengalaman berinternet yg lebih baik khususnya di daerah yg padat trafik datanya. Dengan penambahan ini diyakini mampu tidak mengurangi kapasitas dan atau kecepatan layanan 4G LTE hingga 50 persen.

“Penambahan spektrum di 2100 Mhz yaitu hal yg paling utama untuk kita dalam menghadirkan layanan mobile internet. Apresiasi kita buat Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia atas kepercayaannya memberikan tambahan 5 Mhz di spektrum 2100 Mhz. Kami bersiap bagi memberikan pengalaman berinternet yg lebih optimal di jaringan 4G LTE dan 3G, khususnya bagi daerah padat trafik seperti di kota-kota besar,” kata Desmond Cheung, Chief Technology Officer H3I kepada Merdeka.com, Jumat (20/4).

Selain itu, dikatakannya pula, peningkatan kapasitas dan kecepatan layanan ini memudahkan pihaknya buat memberikan beragam produk dan layanan yg sesuai dengan kebutuhan digital pelanggan milenial Tri.

H3I memiliki lisensi spektrum di 1800 Mhz sebanyak 10 Mhz digunakan buat teknologi 4G LTE, sementara 2100 Mhz yg semula 10 Mhz buat teknologi 3G dan tambahan 5 Mhz buat 3G atau 4G LTE.

Seperti diketahui, spektrum 1800 Mhz dan 2100 Mhz sudah mengadopsi teknologi neutral sehingga penyedia layanan telekomunikasi selular bisa memanfaatkan bagi layanan 3G maupun 4G LTE. Trafik data H3I sudah mencapai lebih dari 5.000 Tera Byte per harinya, lebih dari 60 persen adalah trafik 4G LTE.

Sebelumnya, pada tahun 2017 pemerintah sudah melakukan tender buat frekuensi 2,1 GHz. Frekuensi 2.1 GHz ini memiliki 2 blok, masing-masing memiliki lebar pita 5 MHz. Sehingga total lebar pita yg ditenderkan 10 MHz. Tender tersebut dimenangkan oleh Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia yg masing-masing mendapatkan lebar pita 5 MHz.

Karena jarak blok masing-masing operator seluler tidak berdampingan, maka dilaksanakan tata ulang frekuensi. Pada Tahap 1, Indosat berpindah dari Blok 6 dan 7 menjadi Blok 11 dan 12. Bila telah mampu dipastikan hasilnya baik, maka dilanjutkan dengan Tahap 2 merupakan Telkomsel berpindah dari Blok 3 ke Blok 6 dan XL berpindah dari Blok 10 ke Blok 7.

Dengan demikian, dari penataan ulang ini mulai dihasilkan pita frekuensi yg berdampingan (contigous) buat masing-masing operator merupakan Tri (sebesar 15 MHz FDD), Telkomsel (sebesar 15 MHz FDD), XL (sebesar 15 MHz FDD) dan Indosat (sebesar 15 MHz FDD). [ara]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca