Twitter Luncurkan Tombol Untuk Melaporkan Akun Palsu

oleh -114 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Demi menjaga agar keadaan linimasa tetap sehat, Twitter kembali merilis sebuah fitur baru bagi pengguna. Fitur ini memungkinkan para pengguna Twitter buat melaporkan akun yg terindikasi sebagai “bot” atau akun palsu.

Fitur tersebut diumumkan oleh Twitter lewat akun resminya. Lewat kicauannya, Twitter juga merilis sebuah panduan agar pengguna dapat langsung melaporkan seandainya ada akun yg ditengarai sebagai akun palsu.

“Aktivitas yg coba memanipulasi atau mengganggu layanan Twitter, tak mulai diizinkan. Kami mulai menghapusnya saat kalian melihatnya. Anda sekarang bisa menentukan macam spam apa yg Anda lihat saat melaporkan sebuah akun, termasuk akun palsu,” tulis Twitter.

Cara bagi melaporkan akun palsu ini cukup mudah. Pengguna tinggal menekan tombol panah pada pojok kanan atas kicauan akun yg bersangkutan. Kemudian pilih “report tweet”.

Setelah itu, pilih opsi “Suspicious or spam” pada opsi tersebut. Berikutnya mulai muncul dua pilihan alasan yg mampu dipilih, termasuk indikasi akun palsu. Untuk melaporkan akun palsu, pilih alasan “The account Tweeting this is fake”.

Baca juga: Bikin Debat Jadi Tak Sehat, Tombol Like Twitter Bakal Dihapus?

Menurut juru bicara Twitter, fitur laporan ini mulai menolong pihak Twitter bagi mendapat keterangan lebih detail dan kemudian menghapus akun tersebut. Dengan demikian para pengguna Twitter juga dapat bahu membahu buat menciptakan linimasa yg lebih kondusif.

“Alur pelaporan baru ini mulai menolong kita bagi mengumpulkan keterangan yg lebih detil. Jadi kita mampu mengidentifikasi dan menghapus akun-akun palsu dengan lebih efektif. Dengan peninjauan yg lebih detail, kalian mulai tidak mengurangi sumber daya bagi proses ini,” ungkap juru bicara.

Dikutip Tekno dari The Verge, Jumat (2/11/2018), Twitter sendiri ketika ini memang tengah gencar melindungi layanan mereka dari akun-akun yg kerap menyebarkan berita palsu. Tercatat ada lebih dari 70 juta akun yg dihapus pada pertengahan tahun 2018 ini.

Sebelumnya, CEO Twitter, Jack Dorsey pun berencana mulai menghapus tombol “like”, karena dianggap bisa memicu perdebatan tidak sehat. Kendati demikian belum jelas apakah langkah ini mulai diambil sesegera mungkin atau tidak.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca