Talenta “Data Scientist” Di Indonesia, Permintaan Tinggi Pasokan Kurang

oleh -90 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Talenta “ilmuwan data” alias data scientist semakin dicari oleh organisasi-organisasi di segala dunia, seiring dengan makin pentingnya peranan data dalam berbagai aspek utama seperti bisnis. Tren serupa berlaku pula di Indonesia.

Sayangnya, meskipun permintaan tinggi, Indonesia dinilai masih kekurangan talenta data scientist di pasaran. Pendapat tersebut diungkapkan oleh Head of Data Grab, Ainun Najib, saat berbincang dengan wartawan di kantor perusahaan layanan on-demand berbasis aplikasi itu di Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Menurut Ainun, penyebabnya mungkin terkait dengan sistem edukasi yg memang belum dirancang dengan matang buat menelurkan ilmuwan-ilmuwan data baru. Hal ini sebenarnya berlaku pula di segala dunia, karena ilmu data sebenarnya adalah bidang yg relatif anyar dan perannya baru mencuat dalam dua tahun belakangan.

“Karena tidak memperoleh bekal dari pendidikan formal, para talenta data scientist kemudian belajar dari sumber lain. Kalangan akademisi sekarang sedang berupaya menjembatani,” kata Ainun yg mengaku pernah dimintai konsultasi oleh sejumlah dosen perguruan tinggi utnuk bantu menyusun kurikulum ilmu data.

Beberapa pihak yang lain sudah melihat adanya kekurangan talenta data scientist di Indonesia dan berupaya mengisi kekosongan. Akhir 2017 lalu, misalnya, sebuah perusahaan startup baru bernama Algoritma didirikan secara khusus buat memulai akademi ilmu data pertama di Indonesia.

Di Grab sendiri, Ainun mengaku pihaknya berupaya menyajikan lingkungan terbaik bagi menarik para talenta yg jumlahnya terbatas di pasaran. Tak cuma dari Indonesia saja, tetapi juga dunia internasional karena Grab yaitu perusahaan lintas negara.

“Di Grab, para karyawannya tiba dari 45 kewarganegaraan,” imbuh Ainun.

Baca juga : Grab Lawan Opik Disebut Mulai Membuahkan Hasil

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-605665684349116116-411'); });

Data di balik Grab

Data scientist dibutuhkan bagi menganalisis, mengolah aneka data yg dikumpulkan sehingga menjadi insight yg bermakna dan dapat diterapkan di bisnis atau aspek operasional perusahaan.

Warehouse Engineer Grab, Andreas Hadimulyono mencontohkan data pemetaan dan dahulu lintas yg mampu dipakai bagi menentukan rute terbaik dan pengalaman paling nyaman ketika memakai layanan transportasi Grab.

“Dalam hal ini yg terpakai adalah data lokasinya, trafik, dulu waktu, karena beda waktu beda pula keadaan dulu lintasnya, Bahkan, beda pintu keluar di mall saja dapat menentukan rute mana yg seharusnya digunakan, bedasarkan data,” terang Andreas.

Penggunaan data ini termasuk juga buat menyeimbangkan antara ketersediaan kendaraan dan angka pemintaan dari pelanggan. Dalam dua hal, Grab juga menerapkan machine learning bagi secara otomatis mengambil keputusan yg dinilai paling tepat.

Ainun Najib mengatakan, bagi menjadi ilmuwan data, sebenarnya tak dibutuhkan gelar akademis hingga setinggi PhD (Doctor of Philosophy, S3), meski mungkin diperlukan juga apabila ingin membidik aspek tertentu dari bidang ilmu data secara spesifik. (Baca juga : Ainun Najib, Teknologi Informasi buat Negeri)

Dia mengatakan, ilmuwan data pada dasarnya harus menguasai tiga skillset berbeda.

Pertama adalah pengetahuan bisnis, yakni mengerti soal marketing, konsumen, dan hal-hal yang lain yg mulai menjadi tujuan akhir dari pengolahan data. Kedua, kemampuan analisis terkait matematika dan statistik, dahulu saat kemampuan teknis, seperti hacking dan coding.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca