Sisternet-Kemendes PDTT Dorong Pemanfaatan Internet Untuk Tingkatkan Ekonomi Pedesaan

oleh -270 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berkomitmen kuat buat menolong pemerintah dalam menyiapkan masyarakat memasuki era ekonomi digital. Untuk itu, melalui program Sisternet, XL Axiata sangat antusias menyambut kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT) buat meningkatkan kemampuan masyarakat di wilayah pedesaan dalam memanfaatkan keunggulan teknologi internet cepat dan media sosial (medsos) guna meningkatkan produktivitas ekonomi.

Implementasi program kerja sama ini diawali di Pandeglang, Banten, (17/4), dengan sebuah lokakarya atau workshop calon pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) daerah tertinggal dari Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak. Hadir dalam acara ini antara yang lain Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo, Bupati Pandeglang, Irna Narulita, dan Group Head Corporate Communications PT XL Axiata, Tbk, Tri Wahyuningsih dan Direktur Pengembangan SDM Ditjen PDT Kemendes Priyono.

“XL Axiata sejak awal berkomitmen buat menolong pemerintah dalam menyiapkan masyarakat dalam memasuki era digital. Hal itu kalian wujudkan dengan selalu memperluas wilayah layanan data dan internet cepat 4G hingga ke pelosok-pelosok daerah di hampir segala provinsi Indonesia. Selain itu, kita juga menggelar program-program yg bersifat memperkuat kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan internet bagi tujuan produktif, baik guna meningkatkan perekonomian, pendidikan, maupun aktivitas sosial ekonomi lainnya. Kami menyambut baik kerja sama dengan Kementerian Desa ini, yg insya Allah mulai meliputi berbagai wilayah di Tanah Air dalam setahun ke depan,” kata Group Head Corporate Communications PT XL Axiata, Tbk, Tri Wahyuningsih.

“Saat ini terdapat 122 daerah tertinggal di Indonesia sebagaimana yg tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019. Diperlukan strategi bagi percepatan pembangunan daerah tertinggal salah satunya melalui pengembangan perekonomian masyarakat. Percepatan pertumbuhan ekonomi buat masyarakat di daerah tertinggal ini tak bisa dikerjakan dengan cara biasa, diperlukan implementasi teknologi dan inovasi, termasuk bagi membuka jaringan pemasaran di daerah tertinggal. Untuk itulah pengembangan ekonomi digital perlu diterapkan pada daerah-daerah tertinggal ini,” Lanjut Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal, Samsul Widodo.

Samsul menambahkan, ketika ini, sebanyak 143,26 juta jiwa, atau 54,68% dari 262 juta penduduk Indonesia adalah pengguna internet. Pada Januari 2018, jumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai 130 juta akun sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara pengguna Facebook terbesar ke-4 di dunia. Sebesar 97% di antaranya yaitu pengguna Facebook yg aktif melalui smartphone.

Artinya Indonesia yaitu ‘Pasar Besar’ buat menjadi sasaran pemasaran hasil produk unggulan daerah secara online, termasuk produk unggulan di daerah tertinggal. Melalui pengembangan digital ekonomi, masyarakat di daerah tertinggal mampu segera berjualan secara online. Hal ini mulai membuka link antara desa-desa di daerah tertinggal dengan kota-kota pusat pertumbuhan melalui teknologi informasi.

Selanjutnya, mengutip statement Presiden RI, Joko Widodo belum lama ini, Samsul menyampaikan bahwa era digital mulai semakin menantang kami dalam kehidupan sosial, ekonomi, serta pemerintahan. Era ini menuntut seluruh serba digital. Semua serba cepat dan efisien. Karena itu kami perlu melakukan lompatan ke depan, supaya tak tertinggal. Oleh karena itu, menjadi tugas pemerintah ketika ini buat mendukung ekosistem digital ekonomi mampu tumbuh dan berkontribusi buat peningkatan kesejahteraan masyarakat, tidak terkecuali untuk masyarakat di daerah tertinggal.

program Sisternet, XL Axiata 2018 Merdeka.com

Untuk implementasi program dukungan untuk Kemendes ini, XL Axiata melalui Sisternet mulai membuka Program Kelas Kreatif Inspiratif. Kelas ini mulai mengajarkan kepada para calon pengelola BUMDes terutama materi mengenai internet dasar dan media sosial sebagai sarana pemasaran dalam workshop selama 2 (dua) hari yg mulai dilaksanakan di Saung Terampil punya Kemendes yg terletak di Desa Cikeusik, Pandeglang.

Melalui kelas ini, XL Axiata berharap para calon pengelola BUMDes mulai memiliki pemahaman yg lebih dalam mengenai keunggulan teknologi internet, ekonomi digital, serta potensi ekonomi di desa mareka masing-masing yg dapat dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital/internet terutama dalam pasaran atau promosi.

Melalui Sisternet, XL Axiata menyediakan jaringan wifi selama berlangsungnya Kelas Kreatif Inspiratif ini. Selain itu juga ada Perdana Internet 1,5 Gb Semua Jaringan dan fasilitas Gratis Nelepon dan SMS ke nomor XL 24 Jam bagi segala peserta workshop. Untuk info lengkapnya bisa kunjungi website Sisternet di www.sisternet.co.id.

Kemendes memandang penguatan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan internet dan teknologi digital perlu langsung dikerjakan di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak mengingat besarnya potensi sumber daya alam yg ada di sana dan mampu langsung dikembangkan.

Lebih khusus lagi, pemanfaatan internet/teknologi digital ini juga dapat meningkatkan peran serta kaum perempuan, baik dalam ekonomi keluarga maupun lingkungan. Karena itu pula, maka workshop yg digelar secara khusus juga buat meningkatkan peran perempuan dalam pengembangan ekonomi digital di pedesaan tersebut sesuai dengan tema ‘Pentingnya Internet dan media sosial dalam membangun ekonomi digital Perempuan’.

Kedua pihak berharap, program dan kerja sama ini mulai dapat mengurangi angka pengangguran di daerah tertinggal yg ada di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak dengan tersedianya tenaga kerja terampil yg nantinya mulai mampu membuka lapangan usaha sendiri dan tak tergantung dengan perusahaan. Selain itu, kerja sama ini juga diharapkan mulai bisa meningkatkan kemampuan masyarakat khususnya perempuan dalam bidang pengelolaan manajemen usaha di bidang ekonomi digital sebagai bekal buat pengelolaan BUMDes yg lebih maju dan berkembang.

Selain workshop peningkatan kapasitas dalam ekonomi digital, di dalam waktu dan tempat yg sama, XL Axiata melalui Sisternet juga menyelenggarakan workshop mengenai pemeliharaan kesehatan kulit. Workshop ini juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat guna mencegah berkembangnya wabah penyakit kulit di lingkungan mereka. Program kerja sama XL Axiata dan Kemendes juga mulai dilaksanakan di sejumlah daerah. Antara lain, Lombok Tengah dan Situbondo. [hhw]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca