Sistem Pendeteksi Wajah Tak Selalu Akurat

oleh -185 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Tak selamanya penggunaan teknologi pengenalan wajah terus akurat. Hal itu terbukti dari perkara salah identifikasi pelaku kriminal di pertandingan final Liga Champion di Cardiff, Wales, pada tahun 2017 lalu. Hal ini dilaporkan oleh The Guardian dan Ar, Rabu (9/5).

BERITA TERKAIT
  • Riset INDEF sebut Indonesia perlu perbanyak paten teknologi
  • IoT dan Big Data bakal jadi sumber pendapatan baru
  • Wapres JK: Dampak negatif teknologi, hoaks berujung konflik sosial

Kala itu pada final Liga Champions tersebut, ribuan orang sudah salah teridentifikasi sebagai pelaku kriminal. Diam-diam kepolisian di sana memang sudah menyematkan teknologi pengenalan wajah. Hal ini dikerjakan bagi mempermudah tugas pihak kepolisian mengenali pelaku kejahatan.

Namun pada kenyataannya, dari 2.470 pemberitahuan dari sistem pengenalan wajah, sebanyak 2.297 adalah bukan pelaku tindak kejahatan. Ini sama saja 9 dari 10 orang salah teridentifikasi melalui sistem pengenalan wajah yg layak ditangkap.

Pihak kepolisian di sana pun memaklumi bahwa tak 100 persen sistem pengenalan wajah akurat. Menurut mereka, hal tersebut yaitu persoalan teknis dan normal bagi uji mencoba sistem pengenalan wajah.

“Tentu saja, tak ada sistem yg 100 persen akurat dalam seluruh kondisi. Masalah teknis adalah normal bagi segala sistem pengenalan wajah. Ini kesalahan yg mulai selalu menjadi persoalan yg umum di masa mendatang,” jelas polisi.

Meskipun ada kesalahan sistem, pihak kepolisian menjamin bahwa tidak seorangpun ditangkap gara-gara salah identifikasi dalam perkara tersebut. Pihaknya pun coba bagi melakukan kajian mengapa banyak orang yg salah identifikasi.

Dari hasil kajiannya itu ternyata, penyebabnya adalah kualitas gambar yg dihasilkan masih rendah. Sehingga membuat sistem pengenalan wajah keliru dalam mendeteksi.

Meski banyak identifikasi palsu, ada juga porsi keberhasilan dari penerapan teknologi ini. Misalnya, ada enam yg berhasil diidentifikasi di konser Liam Gallagher di Cardiff, Desember lalu. Kepala polisi Matt Jukes mengatakan, teknologi ini berpotensi dipakai bagi menemukan satu hal yg besar.

“Kami perlu memakai teknologi ini saat ada ribuan orang berkumpul dalam kerumunan. Tujuannya bagi melindungi segala orang, kamipun mendapat hasil yg bagus dari itu, tentunya dengan memastikan akurasinya,” tutur Juke. [rzk]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca