Setelah Bertemu Tim Cook, Programer Cilik Yuma Soerianto Ingin Bertemu Jokowi

oleh -43 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA,  – Masih ingat programer cilik yg berfoto dengan CEO Apple, Tim Cook dua waktu lalu. Ia adalah Yuma Soeriento, bocah keturunan Indonesia yg kini berdomisili di Australia.

programer cilik yg kini berusia 12 tahun itu sempat beberapa kali menyambagi Worldwide Developer Conference (WWDC) yg diadakan Apple di Amerika Serikat pada 2017 dan 2018.

Bahkan pada 2017, ia didapuk Cook sebagai programer aplikasi termuda di dunia dan diperkenalkan khusus oleh sang bos Apple di hadapan para programer lain, yg mayoritas orang dewasa.

Yuma memperlihatkan cuplikan video ketika Cook memperkenalkan dirinya di ajang WWDC 2017 lalu, dalam acara “Ngobrol Aja Dulu #1: The Tech Kids” yg diadakan Tokopedia dan Komunitas Mata Kita pada Sabtu (19/1/2019) di Jakarta.

Kepada penonton yg hadir, ia yakin diri menunjukan kepiawaiannya membuat aplikasi game berbasis augmented reality (AR) secara langsung, cuma dalam waktu kurang dari sesuatu jam.

Kecepatannya dalam membuat aplikasi seperti yg ia tunjukan juga pernah mendapat apresiasi dari Cook ketika WWDC 2017 lalu.

Kala itu, Yuma membuat sebuah aplikasi dalam perjalanan udara dari Australia ke AS ketika hendak menghadiri WWDC.

Baca juga: Programer Bocah Asal Indonesia Pamer Foto Bersama CEO Apple

Aplikasi tersebut adalah aplikasi khusus yg dibuat Yuma buat orangtuanya, agar mereka lebih gampang mengkalkulasi semua ongkos perjalanan dan akomodasi lain, dari mata uang dollar Australia dan ke dollar Amerika Serikat.

Sejak usia dini

Dunia koding telah menarik perhatian Yuma sejak ia berusia enam tahun. Ia memperlajarinya melalui platform pembelajaran koding online besutan Apple bernama “Swift”.

Yuma juga memanfaatkan situs-situs pembelajaran koding lain, tutorial melalui YouTube, dan pernah mengikuti program belajar dari Standford University secara online.

“Saya suka bikin aplikasi karena dapat mengubah gagasan aku ke dunia nyata, serta mengubah kebiasaan kami seperti mengetik atau berbelanja”, jelas Yuma saat ditanya alasannya menekuni koding.

Pada usia sembilan tahun, ia menciptakan aplikasi pertamanya yg ia namakan “Kids Calculator”.

Yuma Soerianto, programmer cilik keturunan Indonesia yg berfoto dengan CEO Apple, Tim Cook di ajang WWDC 2018.Twitter/YumaSoerianto Yuma Soerianto, programmer cilik keturunan Indonesia yg berfoto dengan CEO Apple, Tim Cook di ajang WWDC 2018.

Ia merancang sebuah aplikasi kalkulator dengan antarmuka bernuansa ceria khas anak-anak, dikombinasikan dengan suara yg ia rekam sendiri bagi menyebutkan setiap angka yg diketikan serta hasil hitungan.

Hingga ketika ini, Yuma sudah membuat delapan aplikasi berbasis iOS. Kedelapan aplikasi tersebut adalah Kids Calculator, Weather Duck, Hunger Button, Swipy Trash, Firework Builder AR, Pocket Poke, Let's Stuck dan Let's Stuck AR.

Lets'A Stuck AR yaitu aplikasi gaming yg dikembangkan dari aplikasi pertamanya Let's Stuck. Game tersebut adalah game pertama yg dibuat Yuma dan diakuinya menjadi yg paling sulit dibuat.

“Rata-rata pembuatan aplikasi butuh waktu sesuatu hingga beberapa bulan. Paling lama itu Stuck AR yg menghabiskan waktu hingga tiga bulan,” akunya.

Menurut Yuma, menciptakan aplikasi gaming lebih sulit dibanding aplikasi lainnya. Sejauh ini, segala aplikasi Yuma memang baru berjalan di perangkat iOS seperti iPhone dan iPad. Tapi ia ingin coba membuat aplikasi di platform Android ke depannya.

“Bisa saja. tetapi mungkin aku mulai lebih banyak fokus ke iOS karena aku akan belajar dari sana (platform Swift),” akunya.

Baca juga: Mengenal Hastu Wijayasri, Sosok Programer Perempuan Difabel Indonesia

Karena pertama kali belajar di perangat iOS, ia lebih mampu menikmati proses pembuatan aplikasi dan dianggpnya lebih gampang karena sudah menguasainya. Ditanya soal proyek barunya, Yuma masih enggan berbicara banyak.

“Aku milik (proyek baru) tetapi masih rahasia. Aku sangat tertarik dengan AR. Bocoran sedikit proyek itu fokus tentang AR, tetapi tunggu saja,” jelasnya.

Cita-cita bertemu Presiden Jokowi

Meski membuat banyak aplikasi di usia belia, Yuma tetap tidak meninggalkan pendidikannya di Australia. Untungnya, menurut Dolly Soerianto, ibunda Yuma, sekolahnya turut mendukung kegiatan Yuma.

Meski di sekolahnya tak memiliki mata pelajaran khusus koding, sekolah memberikan izin cuti seandainya Yuma harus mengunjungi dua konferensi.

Yuma memang kerap diundang ke acara konferensi teknologi, khususnya soal programer. Misalnya saja menjadi pengajar koding di Mesir, Singapura, atau di Indonesia.

Halaman selanjutnya: Dukugan orangtua…

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca