Secanggih Apa Kamera Samsung Galaxy S9?

oleh -223 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

BARCELONA, – Penggunaan smartphone semakin bergeser, bukan lagi buat menelepon dan SMS melainkan berbagi konten visual lewat aplikasi chatting dan media sosial.

Asumsi ini dipertegas laporan dari firma penelitian Toluna QuickSurvey yg menyebut 79 persen pemanfaatan smartphone ketika ini bertumpu pada kamera.

Para vendor smartphone pun berlomba-lomba menghadirkan inovasi kamera, salah satunya Samsung. Pabrikan Korea Selatan itu baru saja merilis duo flagship Galaxy S9 dan S9 Plus dengan embel-embel “Camera Reimagined” di Barcelona, Spanyol, Minggu (25/2/2018) kemarin.

Ada beberapa fitur andalan pada kamera penting Galaxy S9 dan S9 Plus, yakni dual-aperture (F/1.5 dan F/2.4) dan perekaman video super slow-motion (960 fps 720p atau 240fps 1080p). Apa artinya kedua fitur ini dalam meningkatkan pengalaman menjepret dan merekam video?

1. Dual-aperture F/1.5 dan F/2.4

Hasil foto yg baik kerap bergantung pada keadaan cahaya. Padahal, ada banyak momen utama terjadi dalam keadaan cahaya yg terlalu gelap atau terlalu terang.

Misalnya saja saat pasangan suami-istri merayakan hari jadi mereka dalam sebuah candle-light dinner yg minim cahaya, atau orang tua yg ingin mengabadikan momen saat anaknya lomba lari di siang terik yg kelebihan cahaya.

Kebanyakan smartphone memiliki aperture yg kurang adaptif pada semua keadaan cahaya, sehingga hasil jepretan kurang maksimal. Fitur dual-aperture pada Galaxy S9 dan S9 Plus diproyeksikan sebagai solusinya.

“Dual-aperture ini bekerja seperti mata kalian saat melihat objek di seluruh kondisi. Nggak cuma low-light yg kalian pikirkan, makanya selain F/1.5 ada juga F/2.4, jadi kalo siang bagus malam bagus. Warnanya bagus di seluruh kondisi,” kata Corporate Marketing Director Samsung Indonesia, Jo Semidang.

Dual-aperture Galaxy S9 dan S9 PlusFatimah Kartini Bohang/ Dual-aperture Galaxy S9 dan S9 Plus

Pengguna mampu beralih dari bukaan F/1.5 bagi keadaan cahaya gelap ke F/2.4 bagi keadaan cahaya terang, pun sebaliknya. Peralihannya bersifat mekanik dari komponen kamera Galaxy S9 dan S9 Plus, bukan hanya sebatas dari software.

Bukaan F/1.5 sendiri adalah yg pertama kali disematkan pada kamera smartphone. Ini sekaligus yaitu peningkatan dari Galaxy S8 dan S8 Plus yg bukaan kameranya masih F/1.7.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-605665684349116116-411’); });

2. Super slow-motion 960fps

Selain bagi menjepret foto, kamera smartphone juga akan banyak digunakan bagi merekam video. Di panggung peluncuran Galaxy S9 dan S9 Plus, CEO Samsung, DJ Koh, menyampaikan sebanyak 10 miliar video dibagi via smartphone sepanjang tahun lalu.

Video yg dibagi di aplikasi chatting atau media sosial pun umumnya berkutat pada momen sehari-hari yg sederhana namun berharga. Misalnya video kebersamaan dengan orang terkasih maupun kegiatan-kegiatan, seperti kejar-kejaran, berenang, dan sebagainya.

Galaxy S9 dan S9 Plus dilengkapi fitur super slow-motion yg dapat menangkap 960 bingkai visual per detiknya alias frame per second (fps) pada resolusi 720p. Hal ini bagi meningkatkan efek dramatis dari sebuah peristiwa.

“Banyak momen-momen yg sangat cepat bergerak, padahal kalau diperlambat mulai lebih epik. Kalau nonton film, bagian yg dramatis kan kadang diperlambat,” Jo Semidang menuturkan.

Super slow-motion Galaxy S9 dan S9 PlusFatimah Kartini Bohang/ Super slow-motion Galaxy S9 dan S9 Plus

Kemampuan video super slow-motion 960fps ini empat kali lipat lebih lambat dibandingkan Galaxy S8 dan S8 Plus yg cuma 240fps. Samsung juga menyediakan pendeteksi gerak otomatis (motion detection) dalam tiap tangkapan perekaman.

Pengguna mampu membidik 12 kali super slow motion dalam sesuatu video berkelanjutan. Untuk momen 0,2 detik, fitur teranyar di Galaxy S9 dan S9 Plus ini bisa memperlambatnya menjadi 6 detik.

Kecanggihan lainnya dari kamera Galaxy S9 dan S9 Plus ditambah dengan integrasi teknologi Augmented Reality (AR). Salah satunya diwujudkan dalam fitur “AR Emoji”, di mana pengguna dapat membuat emoji yg identik dengan diri mereka. (Baca juga : Menjajal AR Emoji di Galaxy S9 yg Bisa Kloning Wajah Pengguna)

Selain itu, implementasi AR lebih jauh juga dibenamkan pada asisten digital Bixby. Pengguna mampu melakukan live-translate, yakni cuma dengan mengarahkan kamera ke tulisan berbahasa tertentu bagi menerjemahkannya ke bahasa lainnya.

Galaxy S9 dan S9 Plus akan dapat dipesan di Indonesia sejak 27 Februari hingga 5 Maret mendatang. Harganya akan Rp 11,5 juta hingga Rp 14,5 juta. (Baca: Ini Harga Samsung Galaxy S9 dan Galaxy S9 Plus di Indonesia)

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca