Samsung Dan Apple Loyo Sepanjang 2018, Huawei Laris

oleh -52 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Sebanyak 1.404 miliar smartphone terjual di pasaran global sepanjang 2018. Angka itu turun 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandai tahun terburuk untuk industri smartphone.

Samsung memimpin dengan pengapalan 292,3 juta unit smartphone dan pangsa pasar 20,8 persen. Akan tetapi, angka itu sejatinya turun 8 persen dari pengapalan 317,7 juta unit smartphone pada 2017 lalu.

Bukan hanya Samsung, Apple pun mengalami penurunan jumah pengapalan iPhone sebesar 3,2 persen. Di tengah kondisi yg memburuk, Huawei dan Xiaomi justru menjadi anomali, karena tumbuh signifikan.

Huawei mencatat pertumbuhan 33,6 persen dan menempati posisi ketiga di bawah Apple. Sebanyak 206 juta smartphone dikapalkan ke semua dunia selama setahun.

Baca juga: Pasar Smartphone Lesu, Penjualan Ponsel Rp 5 Jutaan Malah Tumbuh

Perlu dicatat, baru kali ini pengiriman smartphone Huawei tembus angka 200 juta bagi periode 12 bulan. Pabrikan China yg tengah dirundung persoalan politik dengan AS itu berhasil meraup 14,7 persen pangsa pasar global.

Xiaomi berada di bawahnya dengan pertumbuhan 32,2 persen. Jumlah smartphone yg dikapalkan Xiaomi tidak kurang dari 122,6 juta, mengambil pangsa pasar 8,7 persen.

Pengapalan smartphone sepanjang 2018 IDC Pengapalan smartphone sepanjang 2018

Oppo menduduki posisi kelima dengan pertumbuhan tidak seberapa, yakni hanya 1,3 persen. Pabrikan China itu mengapalkan 113,1 juta smartphone sepanjang 2018 dengan pangsa pasar 8,1 persen, sebagaimana dihimpun Tekno, Kamis (31/1/2019), dari PhoneArena.

Menurut Apple, kelesuan industri smartphone tidak lepas dari dampak perang dagang antara China dan Amerika Serikat. Penguatan harga dollar AS menurunkan daya beli masyarakat di negara berkembang.

Gesekan antara China dan Amerika Serikat pun sedikit banyak melibatkan Huawei. Negara Adikuasa menuduh Huawei selama ini menjadi mata-mata bagi China.

Produk Huawei pun dilarang beredar di Amerika Serikat. Bukan hanya itu, putri sang pelopor perusahaan juga ditahan oleh kepolisian Kanada. Hingga kini, masalah masih selalu berlangsung. Kita tunggu saja seperti apa akhirnya dan bagaimana dampaknya ke industri. 

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca