Rusia Juga Minta Apple Dan Google Hapus Telegram

oleh -337 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Kasus pemblokiran aplikasi pesan Telegram di Rusia selalu berlanjut. Pemerintah Rusia bahkan telah meminta kepada Apple dan Google bagi menghapus Telegram dari toko aplikasinya, App Store dan Google Play Store.

Dilansir dari Reuters, Federal Service for Supervision of Communications, Information Technology and Mass Media atau Roskomnadzor telah mengirimkan surat permohonan kepada Apple dan Google. Namun, penghapusan Telegram itu cuma berlaku di wilayah Rusia saja.

Meski telah dikirimkan surat, belum ada tanggapan dari pihak Google maupun Apple.

Pemblokiran Telegram di Rusia ini berawal saat Roskomnadzor meminta aplikasi tersebut menyerahkan kunci enkripsi data segala penggunanya.

Permintaan itu ditolak Telegram. Mereka bersikeras berpegang teguh pada konsistensi perusahaan kalau data dan privasi pengguna harus dijaga dan tak dapat diserahterimakan ke pihak ketiga. Telegram pun mengajukan banding, yg sayangnya berakhir nihil.

CEO dan pelopor Telegram, Pavel Durov, pun mengecam tindakan Roskomnadzor. Pria yang berasal Rusia itu menilai pemblokiran justru mulai merugikan kehidupan 15 juta penduduk negara asalnya itu. Menurutnya, pemblokiran pun tak mulai berdampak apa pun pada peningkatan keamanan Rusia.

“Ancaman teroris di Rusia mulai tetap sama karena ekstremis mulai selalu memakai berbagai channel komunikasi yg dienkripsi di layanan pesan lain, atau melalui VPN (Virtual Private Networks). Kami menganggap keputusan pemblokiran itu anti-konstitusional dan mulai melanjutkan membela hak korespondensi rahasia buat orang-orang Rusia,” ungkap Durov.

Durov sendiri sudah meninggalkan Rusia pada 2014 silam. Sejak meninggalkan negaranya itu, Durov terus melontarkan kritik pedas berbagai kebijakan Kremlin terkait kebebasan internet.

Reporter: Jeko I. R.
Sumber: Liputan6.com [ara]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca