Rupa-rupa Kecanggihan Android P

oleh -198 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Google menggelar acara tahunan Google I/O pada tanggal 8 hingga 10 Mei mendatang di Mountain View, California, Amerika Serikat. Acara tersebut yaitu konferensi tahunan yg ditujukan buat developer. Dilaporkan VentureBeat, Rabu (9/5), Google mulai memperkenalkan dua inovasinya, salah satunya Android P.

BERITA TERKAIT
  • Deretan smartphone ini kebagian Android P versi beta
  • Awas, malware Android baru mampu curi keterangan pengguna smartphone
  • Skandal Facebook berlanjut, riwayat telepon dan SMS juga bocor

Dalam catatan yg ditulis VentureBeat itu, Android P ini masih dalam tahap versi beta. Meski masih versi beta, ada banyak fitur yg mulai tersemat dalam Android P ini. Menurut VP Engineering Android Dave Burke, ada tiga tema yg diusung Andorid P ini antara yang lain cerdas, sederhana, dan sangat digital.

Banyak hal yg menarik pada Android P. Seperti fitur AppActions. Apa hebatnya fitur tersebut? Karena memakai kecerdasan buatan, maka fitur ini bisa memprediksikan tindakan yg mulai dikerjakan oleh penggunanya. Tindakan yg dimaksudkan ini ialah yg terkait dengan kebiasaan dari penggunanya.

Selain itu juga, Android P ini tampil dengan sistem navigasi terbaru. Kata Burke, sistem navigasi ini memungkinkan menawarkan kepada para penggunanya bagi mengakses Android lebih cepat. Android P tampil dengan sesuatu tombol Home dan mengandalkan navigasi berbasis gerakan, mirip dengan iPhone X.

Paling menarik adalah kecerdasan buatan dari Android P ini yg dapat memberikan notifikasi kepada para pengguna seandainya telah terlalu lama mengakses ponsel. Notifikasi tersebut berupa tampilan waktu. Jadi, para pengguna mampu mengelola waktu ketika memakai aplikasinya.

Kemudian sisi yg menjadi sorotan adalah fitur hemat baterai. Fitur ini diklaim bakal makin lebih menghematkan daya baterai. Fitur ini juga memakai kecerdasan buatan yg dikembangkan Google bertahun-tahun.

Kecerdasan buatan itu bernama Google DeepMind. Tugas Google DeepMind adalah mempelajari kebiasaan pengguna, kemudian menentukan aplikasi apa yg digunakan, kapan saja, dan membagikan daya ke aplikasi-aplikasi tersebut.

Kecerdasan buatan Google juga bertugas memonitor konsumsi baterai perangkat dan mulai mematikan aplikasi-aplikasi yg jarang dipakai tapi masih berjalan di background. Tidak cuma itu, DeepMind juga bertugas bagi menyesuaikan tingkat kecerahan layar, sesuai dengan kebiasaan pengguna. [dan]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca