Review Mi TV 4A, TV Pintar Murah Besutan Xiaomi

oleh -118 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Xiaomi masuk ke pasar Smart TV di Indonesia lewat produk pertamanya, Mi TV 4A. Smart TV dengan OS Android ini terasa menggoda lantaran banderol harga yg murah seandainya dibandingkan dengan Smart TV sekelasnya. 

Bayangkan, Xiaomi Mi TV 4A ukuran 32 inci ini mampu ditebus dengan harga Rp 2 juta saja. Harga itu di bawah harga rata-rata Smart TV 32 inci di Indonesia yg ketika ini berada di kisaran Rp 2,2 juta.

Sebagai perbandingan, Smart TV 32 inci dari Sharp dijual dengan harga Rp 2,3 juta, sementara Smart TV 32 inci Samsung di harga Rp 3,5 juta. Lantas, dengan harga seperti itu, bagaimana performanya?

Spesifikasi dan hardware

Mi TV 4A memiliki bentang layar 32 inci dengan kerapatan 1.366 x 768 piksel, sehingga resolusi maksimal yg mampu ditampilkan adalah HD 720p, belum mendukung Full HD 1080p.

Xiaomi menyertakan UI bernama Xiaomi PatchWall yg di dalamnya pengguna mampu mengunduh aplikasi dari Google Play Store dan bisa terhubung dengan Chromecast.

Baca juga: Xiaomi Redmi 6 dan Redmi 6A Resmi di Indonesia, Harga Rp 1 Jutaan

Istimewanya, televisi ini juga telah mendukung Google Search dalam bahasa Indonesia.

Mi TV 4A memakai Sistem on Chip (SoC) Amlogic 950x dengan CPU quad-core yg dilengkapi prosesor grafis Mali-450, RAM 1 GB, dan kapasitas penyimpanan 8 GB eMMC.

Konektivitas

Untuk konektivitas, Mi TV 4A memiliki port-port yg komplit buat ukuran TV masa kini, seperti tiga port HDMI, beberapa port USB 2.0, 1 port ethernet, bahkan port kabel antena TV reguler.

Deretan konektor di Mi TV 4A di bagian belakang./Oik Yusuf Araya Deretan konektor di Mi TV 4A di bagian belakang.

Selain itu masih ada pula port A/V (tiga kabel: merah, putih, kuning) yg mungkin tergolong lawas bagi ukuran TV masa kini.

Namun mampu jadi ini disesuaikan dengan target pasar Mi TV, yakni kelas menengah ke bawah yg masih memiliki pemutar VCD/DVD dengan kabel semacam itu.

Mi TV 4A juga mendukung konektivitas nirkabel Wi-Fi dual-band dan Bluetooth 4.2.

Dengan koneksi Wi-Fi dual-band, pengguna dapat menghubungkan TV ini dengan jaringan Wi-Fi yg berjalan pada frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz.

Paket pembelian berisi sesuatu unit panel TV, remote dengan baterainya (2x AAA), penyangga beberapa kaki (berbahan plastik), komplit dengan sekrupnya. Pemasangan kaki TV pun tergolong gampang cuma membutuhkan perkakas obeng.

Remote

Remote Xiaomi Mi TV 4A kelihatan sederhana dan minimalis. Paling atas terdapat tombol daya, dulu di bawahnya adalah tombol mikrofon bagi Google Assistant, di bawahnya lagi adalah tombol D-Pad 5 arah berbentuk lingkaran.

Berjajar di bawah tombol D-Pad adalah tombol antarmuka PatchWall dengan logo Xiaomi, tombol Back, dan Home.

Sementara paling bawah adalah tombol volume up (+) dan down (-).

Remote control Xiaomi Mi TV 4A yg kelihatan minimalis./Oik Yusuf Araya Remote control Xiaomi Mi TV 4A yg kelihatan minimalis.

Antarmuka

Menghidupkan TV buat pertama kali, pengguna mulai diminta bagi melakukan sejumpah pengaturan, seperti memasukkan akun Google, menghubungkan TV dengan ponsel Xiaomi, menghubungkan dengan koneksi Wi-Fi, dan sebagainya.

Pengalamannya mirip dengan pertama kali memakai ponsel Android. Tak heran karena TV ini juga memakai OS bikinan Google itu. Antarmuka Xiaomi Mi TV juga telah mendukung Bahasa Indonesia.

Menu-menu gampang diakses dan dikenali, tanpa perlu menggali menu lebih dalam lagi. Namun pengguna mungkin mulai merasa kerepotan ketika ingin mengatur setting tampilan layar, seandainya sedang memakai input eksternal HDMI (seperti ketika main game), karena harus keluar ke tampilan penting TV lebih dulu.

Tampilan antarmuka Patchwall OS di Xiaomi Mi TV 4A./Oik Yusuf Araya Tampilan antarmuka Patchwall OS di Xiaomi Mi TV 4A.

Antarmuka Patchwall OS tergolong sederhana, walau sejujurnya tata letak dan macam font yg dipilih Xiaomi kelihatan membosankan dengan deretan kotak-kotak.

Namun Xiaomi sudah mengkurasi konten dari Hooq, Catchplay, dan iFlix berdasarkan genre tertentu, seperti Movies, TV Shows, Kids, dan Music.

Tentunya ini mempermudah dan mempercepat pengguna yg ingin memilih konten terkait yg ingin ditonton, tanpa harus membuka masing-masing aplikasi.

Kualitas tampilan

Jujur saja, ini bukan sektor di mana Mi TV 4A unggul. Kualitas tampilan yg biasa saja, seperti kontras, saturasi, dan black level (kepekatan warna hitam) yg kurang dibanding produk-produk keluaran Samsung dan LG, dicoba dikompensasi oleh Xiaomi dengan memberikan sejumlah setting preset, seperti Standard, Movie, Vivid, Sport, bahkan custom.

Pilihan konten yg tersedia di Mi TV terbilang banyak, seperti HOOQ, CatchPlay, Bein Sport, iFlix, Spotify, Red Bull TV, Rakuten Viki, Genflix, Sushiroll, GTunes, Alt Balaji, dan Eros Now.

Pelanggan Netflix mungkin mulai kecewa sebab aplikasi ini tak mampu ditambahkan ke TV. Tekno yg sudah mencobanya berulang kali, bahkan setelah melakukan update OS, tetap mendapat pesan error ketika membuka aplikasi Netflix.

Kesimpulan

Xiaomi Mi TV 4A menjadi pilihan menarik dengan banderol harga yg di bawah rata-rata TV 32 inci yg ada di pasaran ketika ini. Kemampuan pintar yg didukung oleh OS Android dan dukungan sejumlah penyedia konten, menjadi daya tarik lebih.

Namun harga yg murah (Rp 2 jutaan) tersebut harus dikompensasi dengan material plastik yg digunakan oleh Mi TV 4A, selain kualitas tampilan warna yg biasa saja.

Meski demikian, Xiaomi Mi TV 4A layak dijadikan sebagai TV sekunder pendamping TV utama, bagi menikmati berbagai konten TV berlangganan, meskipun tidak mendukung Netflix. Atau untuk pemula yg baru beralih dari TV konvensional ke smart TV.

Jika resolusi 720p (HD) yg diusung Mi TV 4A ini dirasa kurang, masih ada opsi panel 1080p (Full HD) yg diusung versi 43 inci-nya, yg kini juga telah dijual di Indonesia dengan harga Rp 4 jutaan.

Xiaomi Mi TV 4a 32 inci telah dapat dibeli sejak 6 September di e-commerce Lazada dan situs resmi Xiaomi, Mi.com. Xiaomi Mi TV juga sudah tersedia di semua toko offline Mi Store di Indonesia.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca