Registrasi Kartu Prabayar Mesti Lebih Digencarkan

oleh -248 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Agung Harsoyo mengatakan, antusiasme dan kesadaran masyarakat terkait registrasi kartu prabayar ternyata cukup tinggi. Hal itu mampu dibuktikan dengan jumlah 240 juta pelanggan prabayar sudah melakukan registrasi kartu prabayarnya.

BERITA TERKAIT
  • Cara cek kartu SIM yg telah registrasi
  • Telkomsel imbau pelanggan langsung registrasikan kartu prabayar
  • Registrasi kartu prabayar jangan menunggu batas akhir

Meski begitu, pihaknya tidak berpuas hati. Dikatakan Agung, sampai dengan batas akhir registrasi kartu prabayar 28 Februari 2018, BRTI bersama pemangku kepentingan lainnya mulai semakin agresif dalam mengatakan pesan ini kepada masyarakat melalui beragam medium.

Senada dengan Agung, Abdul Basith staf bidang Pengaduan Konsumen dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyatakan bahwa registrasi pra bayar dapat meminimalisir kejadian tindak penipuan, penyebaran konten negatif dan ujaran kebencian. Berdasarkan catatannya, sejak tahun 2016 YLKI mencatat penipuan dan penyebaran konten negatif yg memakai kartu prabayar mengalami kenaikkan sangat signifikan.

Dengan adanya registrasi prabayar ini konsumen merasa dilindungi oleh negara. Adanya validitas data melalui registrasi prabayar bisa memudahkan aparat kepolisian buat melacak pelaku tindak pidana penipuan dan penyebaran konten negatif, kata dia dalam informasi persnya, Jumat (23/2).

Salahsatu operator yg dinilai YLKI gencar melakukan sosialisasi dan edukasi mulai pentingnya registrasi prabayar adalah Telkomsel. Abdul Basith menyampaikan Telkomsel berani memberikan bonus berupa kuota data sebesar 10 GB, 150 menit telepon, dan 75 SMS kepada pelanggannya yg melakukan registrasi sebelum 28 Februari 2017.

Gimik yg diberikan oleh Telkomsel tersebut aku nilai sangat efektif meningatkan minat konsumen bagi melakukan registrasi kartu prabayarnya. Saya berharap operator yang lain mampu melakukan hal serupa seperti itu, jelasnya.

Selain memberikan keamanan buat konsumen, menurut Alamsyah Saragih Komisioner Ombudsman Republik Indonesia (ORI), registrasi prabayar yg benar sangat baik untuk industri telekomunikasi. Dengan registrasi prabayar yg benar operator telekomunikasi dapat mendapatkan data yg valid menggenai jumlah pelanggan serta sebarannya. Sehingga operator mampu merencanakan CAPEX secara lebih tepat dan menggurangi jumlah pelanggan fiktif.

Agar registrasi prabayar ini tidak disalahgunakan, Ombudsman berencana mulai mulai meminta validasi baik itu dari Kominfo maupun Kemendagri. Tujuannya adalah bagi memastikan semua data yg dimasukkan dalam registrasi prabayar adalah benar serta sesuai dengan NIK dan NKK.

Dengan meminta validasi tersebut Ombudsman mulai memastikan tidak ada pihak yg memanipulasi atau memainkan data kependudukan, terang Alamsyah. [idc]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca