Pangsa Pasar Ponsel Fitur Meningkat

oleh -44 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Pangsa pasar feature phone atau ponsel fitur ternyata masih cukup besar. Lembaga riset Counterpoint mencatat adanya peningkatan dalam empat kuartal berturut-turut.

Ponsel fitur menyumbang 23 persen dari total pengapalan handset pada kuartal III tahun 2018. Peningkatan pasar ponsel fitur justru berbanding terbalik dengan pasar smartphone yg secara global mengalami penurunan.

HMD Global yg memegang lisensi resmi Nokia menjadi pemimpin pasar di segmen ini, bersama iTel, sebuah vendor yg didirikan di Hong Kong. Keduanya berbagi “kue” sama besar, yakni 14 persen.

Disusul vendor yang berasal India, Jio dengan market share 11 persen dan Samsung dengan pangsa pasar 8 persen. Negara berkembang menjadi target pasar “empuk” buat ponsel fitur dibanding negara maju seperti Eropa dan Amerika Utara.

Pada kuartal III-2018, negara-negara berkembang seperti negara Timur Tengah dan Afrika serta India, sama-sama memiliki pangsa pasar yg besar yakni 36 persen bagi ponsel fitur. Diikuti sebagian yang lain wilayah Asia sebesar 18 persen.

Pangsa pasar ponsel fitur di Eropa dan Amerika Utara cuma tersisa sangat kecil, masing-masing di bawah 10 persen. Dirangkum Tekno dari GSM Arena, Jumat (21/12/2018) ada beberapa hal penting yg menjadi alasan kepopuleran ponsel fitur.

Pangsa pasar ponsel fitur kuartal-III 2017 dan kuartal-IV 2018.GSM Arena Pangsa pasar ponsel fitur kuartal-III 2017 dan kuartal-IV 2018.

Pertama adalah usia baterai dan kedua adalah basis pengguna. Di wilayah Afrika misalnya, di mana pasokan listrik masih belum merata dan terbatas, memakai ponsel fitur dirasa paling gampang karena tak perlu bolak-balik isi daya baterai.

Ponsel fitur juga menjadi “cadangan” smartphone seandainya saja ponsel pintar kehabisan daya atau sedang eror.

Baca juga: Ponsel Fitur Nokia 106 (2018) Meluncur, Harga Rp 300.000-an

Ponsel fitur tentu bukan pilihan penting buat konsumen penggila teknologi. Namun ponsel ini dapat menjembatani dari ponsel konvensinal ke smartphone. Itu mengapa, dua ponsel fitur ketika ini terkoneksi dengan jaringan 4G dan terinstal dua aplikasi seperti Facebook dan WhatsApp.

Khusus bagi HMD Global yg launching produk Nokia, kembali ke pasar ponsel fitur cukup menolong pangsa pasar global perusahaan ini.

Nokia 3310 pada 2017 yg menggabungkan nostalgia dan kualitas yg semakin modern, membuat HMD Global naik ke posisi kedua pangsa pasar global bagi feature phone setelah iTel pada kuartal-III tahun 2017.

Counterpoint memprediksi bahwa ponsel fitur masih mulai relevan, setidaknya dalam jangka waktu lima tahun mendatang. Target konsumennya adalah mereka yg berpenghasilan rendah dan baru menjajal pengalaman layanan mobile dengan kemampuan dasar.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca