Orang Tua Makin Khawatir Ancaman Dunia Internet Menggila

oleh -197 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Sebanyak 33 persen dari orang tua merasa khawatir terhadap kecanduan internet yg dialami oleh generasi muda ketika ini. Kekhawatiran ini kelihatan dari hasil riset yg dikerjakan oleh Kaspersky Lab dan B2B International.

BERITA TERKAIT
  • APJATEL: Sinergi sukseskan program pita lebar
  • Mengacu hasil riset, SHAREit sebut tawarkan solusi konektivitas
  • Sebut leluhur India ciptakan internet, menteri ini diolok-olok warganya

Dari riset itu juga tercatat, sesuatu dari sepuluh atau 12 persen anak di bawah umur 18 tahun sudah mengalami kecanduan Internet. Sementara ketidakmampuan anak buat memperlebar jarak mereka dengan dunia online menjadi kekhawatiran penting orang tua.

Hal itu kelihatan dari 36 persen orang tua mengkhawatirkan anak-anak melihat konten yg tak pantas atau eksplisit dan sebesar 32 persen khawatir anak-anak berkomunikasi dengan orang tak dikenal.

Sementara, sebanyak 51 persen, orang tua merasa ancaman online kepada anak-anaknya semakin meningkat, jumlah waktu anak-anak melakukan kegiatan online yaitu faktor utama yg diperhatikan oleh orang tua agar mereka tetap terlindungi. Karena kekhawatiran ini, sebanyak 33 persen orang tua memberlakukan pembatasan waktu berselancar di Internet kepada anak-anaknya.

Bagaimanapun, membatasi waktu berinternet tak sepenuhnya membuat anak-anak bebas dari bahayanya Internet. Dalam waktu 12 bulan, 44 persen dari anak-anak menghadapi paling sedikit sesuatu ancaman online, dengan sesuatu dari sepuluh anak mengakses konten yg tak pantas 12 persen atau berhadapan dengan software berbahaya dan virus 10 persen.

Karena itu, opsi lainnya buat orang tua agar mampu menjaga keamanan anak dalam memakai Internet adalah melalui edukasi. Lebih dari sepertiga 37 persen orang tua secara rutin berbincang mengenai bahaya online dengan anak-anaknya dan 31 persen mengawasi anak-anaknya selagi mereka melakukan aktivitas online, sehingga orang tua mampu memperingatkan seandainya ada kemungkinan muncul ancaman dan melengkapi langkah edukasi.

“Orang tua ingin anak-anaknya tetap aman, tetapi cuma dengan membatasi waktu mereka mengakses Internet bukanlah cara yg terbaik,” jelas Dmitry Aleshin, VP Product Marketing, Kaspersky Lab, Jumat (27/4).

Menurutnya, edukasi dan komunikasi berperan besar bagi memastikan anak-anak bersiap berinternet secara bertanggungjawab dan aman.

“Yang juga utama adalah memakai software buat memperkuat perlindungan. Membatasi waktu berinternet adalah salah sesuatu dari proses tetapi tak cukup cuma itu saja. Teknologi bisa menolong mengurangi risiko, sekaligus menolong anak-anak buat mengeksplorasi aspek positif dari Internet secara aman dan mengembangkan keahlian digital tanpa cemas terhadap ancaman cyber,” terangnya. [ara]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca