Nomor Prabayar Teregistrasi Tak Akan Lagi Dikirim Pemberitahuan Registrasi

oleh -220 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Dirjen PPI Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Ahmad M. Ramli, menyampaikan pihaknya sudah berkoordinasi dengan operator seluler terkait langkah penyempurnaan registrasi kartu prabayar. Dalam hal ini nomor yg telah diregistrasikan namun masih tidak jarang mendapatkan pemberitahuan buat melakukan registrasi.

BERITA TERKAIT
  • Indonesia New Media Watch duga metode Cambridge Analytic bakal diterapkan di 2019
  • Protes Kebijakan Kemenkominfo, penjual kartu perdana demo DPRD Bandung
  • Tolak aturan 1 NIK 3 SIM card, pengusaha pulsa di Malang bakar ribuan kartu perdana

Diakuinya, hal itu memang kerap terjadi sebelumnya. Sehingga membuat masyarakat yg telah melakukan registrasi, kembali mengulangnya. Maka itu, pihaknya sudah meminta operator bagi memberikan notifikasi kepada nomor-nomor seluler yg belum melakukan registrasi saja.

“Kami telah sampaikan kepada operator seluler seandainya nomor yg telah registrasi jangan dikirim notifikasi. Ini juga kadang kalian temui,” ujarnya ketika melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi I Dewan Perwakilan Rakyat di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/4).

Lebih lanjut dikatakannya, seandainya hal itu dibiarkan, maka jumlah hit nomor yg teregistrasi mulai berdampak di data Dukcapil. Ini seperti yg diutarakan oleh Menkominfo Rudiantara bahwa seandainya ada perbedaan jumlah antara data registrasi di operator seluler dengan Ditjen Dukcapil, ada empat hal penyebabnya.

Pertama, sesuatu NIK dikerjakan mendaftar lebih dari sesuatu kartu SIM prabayar. Kemudian yg kedua, dapat jadi sesuatu NIK dan sesuatu kartu SIM prabayar didaftarkan lebih sesuatu kali.

Ketiga, sesuatu kartu SIM prabayar didaftarkan dengan lebih dari sesuatu NIK. Serta yg keempat, proses registrasi telah tercatat berhasil di Dukcapil, tapi belum tercatat di operator seluler.

Terlepas itu, Ramli pun menegaskan kembali bahwa data-data yg diregistrasikan itu, Kemkominfo tak memiliki data detail. Data itu cuma dimiliki oleh Ditjen Dukcapil.

“Data privasi tetap berada di Dukcapil. Kemkominfo tak mengetahui secara detail, cuma saja yg diketahui jumlah yg telah teregistrasi saja,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah sudah memutuskan aturan buat melakukan registrasi ulang pelanggan prabayar operator seluler sesuai dengan NIK dan nomor KK. Aturan itu sudah tertuang dalam Peraturan Menteri (PM) Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Nomor 14 tahun 2017 tentang Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.

Registrasi ulang tersebut akan dikerjakan Oktober 2017 hingga paling lambat 28 Februari 2018. Waktu empat bulan itu, diharapkan bisa merampungkan semua registrasi ataupun registrasi ulangprabayar para pelanggan operator seluler. Jika tidak, secara bertahap nomor yg belum melakukan registrasi mulai diblokir. Pemblokiran secara total bila pengguna tidak lekas meregistrasikan hingga April mendatang. Maka, pada bulan selanjutnya, Mei 2018, nomor tersebut mulai diblokir. [ega]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca