Microsoft Ajak Perempuan Muda Mendalami Industri Teknologi

oleh -168 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Microsoft menyebut adanya ketidakseimbangan gender antara laki-laki dan perempuan dalam bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) ketika ini.

BERITA TERKAIT
  • Deretan HP canggih tetapi gagal di pasaran
  • Jangan beli Samsung Galaxy S8 dan S8+ di gerai Microsoft!
  • Guru di Ghana ajarkan Microsoft Word lewat papan tulis

Padahal, masih terbukanya kesempatan pemberdayaan perempuan muda Indonesia buat terjun dan memecahkan kesenjangan dalam industri STEM tersebut.

Enterprise Commercial Director Microsoft Indonesia, Nina Wirahadikusumah mengatakan, ada tiga area kunci yg menjadi cikal bakal mendorong perempuan muda dalam karir yg berhubungan dengan STEM. Menurutnya, tiga area itu bagi mendorong hal itu.

“Pertama, meningkatkan eksposur dengan tokoh panutan di bidang STEM, kedua menciptakan peluang dengan pengalaman segera yg memperlihatkan bagaiman STEM mampu membentuk masa depan dan ketiga adalah menolong seseorang membayangkan masa depan bersama STEM,” jelasnya melalui informasi resmi, Sabtu (21/4).

Sementara, menurut Hanifa Ambadar, Founder & CEO jaringan media digital, Female Daily Network, eksposur terhadap tokoh panutan perempuan mematahkan stigma umum di masyarakat bahwa STEM adalah maskulin dan bidang tersebut diperuntukkan bagi laki – laki.

“Sekolah-sekolah ketika ini bisa mengubah persepsi anak perempuan terhadap bidang STEM dengan cara memberikan eksposur terhadap role model untuk siswa perempuan melalui kerjasama dengan tokoh-tokoh perempuan setempat, seperti alumni, yg menekuni bidang STEM buat berbagi cerita bahwa perempuan berperan sangat utama dalam bidang STEM,” katanya.

Selain itu, sekolah sekolah juga mampu mengimplementasikan pengalaman segera bagi siswi di usia muda dengan memakai perangkat yg akrab dengan siswi, seperti tablet dan PC. Teknologi itu sendiri bisa menolong siswi dalam mempelajari bidang studi STEM dengan cara yg lebih gampang dicerna.

“Pengalaman segera membentuk hard skill dan soft skill yg diperlukan perempuan muda bagi bekerja di bidang STEM. Dengan pengalaman langsung, perempuan muda mulai mendapatkan keahlian yg berharga seperti pemikiran kristis, kreativitas, pemecahan masalah, dan keterampilan komunikasi,” jelas Alamanda Shantika, seorang engineer di startup termuka di Indonesia yg menjadi pelopor sekolah teknologi gratis Binar Academy.

Saat ini, jumlah perempuan yg mengejar pendidikan dan karir di bidang STEM masih tergolong rendah meski teknologi sudah berkembang sangat pesat dalam dua dekade terakhir.

Studi MasterCard juga memamerkan bahwa perempuan merasa tak cukup dapat berkompetisi di bidang STEM dan meresa mereka tak mulai sukses seandainya menekuni industri STEM. [lia]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca