IPhone 6S Hingga IPhone X Dilarang Di China, Selanjutnya IPhone XS Dan XR?

oleh -21 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Sengketa paten antara Qualcomm dan Apple masih selalu berlanjut. Beberapa hari lalu, Qualcomm memenangkan tuntutan atas Apple di Pengadilan Rakyat Menengah Fuzhou, China.

Hasilnya, Apple harus menarik dua varian iPhone di China, akan dari iPhone 6s hingga iPhone X, yg diduga melanggar paten Qualcomm.

Namun agaknya, Qualcomm masih belum puas dan ingin varian baru iPhone yakni iPhone XS, iPhone XR, dan iPhone XS Max, agar ikut dilarang peredarannya di China.

Pengacara Qualcomm, Jiang Hongyi menyampaikan bahwa kliennya mulai membuktikan bahwa Apple melanggar beberapa poin dalam paten di produk iPhone terbaru. Bukti tersebut mulai digunakan Qualcomm sebagai dasar bagi melarang penjualannya di China.

Sementara itu, Apple menolak tuduhan yg dialamatkan oleh Qualcomm. Perusahaan yang berasal Cupertino disebut masih berjuang bagi mengajukan banding ke pengadilan.

Selain itu, Apple juga menyiapkan pembaruan iOS yg mulai memperbaiki persoalan yg diakibatkan oleh perang paten ini. Dilansir Tekno dari BGR, Senin (17/12/2018), Apple mulai merilis pembaruan software pada awal pekan depan.

“Awal pekan depan kalian mulai mengirimkan pembaruan software bagi pengguna iPhone di China bagi mengantisipasi malfungsi minor yg diakibatkan beberapa paten dalam persoalan ini,” jelas perwakilan Apple.

Baca juga: Gara-gara Qualcomm, Apple Dilarang Jual iPhone di China

Sengketa paten antara Qualcomm dan Apple telah berlangsung sejak lama. Qualcomm memperkarakan Apple di pengadilan China pada akhir 2017. Pabrikan chipset itu menuduh iPhone melanggar dua fitur yg berkaitan dengan peningkatan fotografi dan aplikasi touchscreen.

Apple sendiri menyampaikan bahwa keputusan pelarangan iPhone di China harus dicabut. Sebab, melanjutkan pemasaran iPhone di China tak melanggar pasal “kerusakan yg tidak mampu diperbaiki”, sebagaimana yg dipermasalahkan Qualcomm.

Apple juga menyampaikan pada pengadilan bahwa pelarangan tersebut mulai berdampak pada pemasok yang berasal China, konsumen, dan negara.

Qualcomm sendiri sudah membayar 43,54 juta obligasi buat menutup kerusakan potensial kepada Apple. Apple sendiri sudah bersedia bagi membayar “counter security” beberapa kali lipat dari biaya obligasi tersebut agar larangannya dicabut.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca