Ini Ciri-ciri Akun Facebook Yang Dicuri, 1 Juta Orang Indonesia Terdampak

oleh -137 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

 — Tak kurang dari 87 juta data pengguna Facebook dibobol firma riset analis Cambridge Analytica. Firma ini yaitu konsultan politik yg dipakai Donald Trump dalam kampanye Pilpres AS pada 2016.

Meskipun Cambridge Analytica menyasar pengguna Facebook “Negeri Paman Sam” buat kemenangan Trump, pengguna Facebook Indonesia pun ikut kecolongan.

Menurut data yg dibagikan Newsroom Facebook, 1.096.666 data pengguna Facebook di Indonesia dicuri Cambridge Analytica.

(Baca juga: Data 1 Juta Pengguna Facebook Indonesia Dicuri)

Lantas, bagaimana mengetahui apakah akun kalian ikut dicuri atau tidak?

Sebuah notifikasi mulai muncul di atas newsfeed Facebook pengguna lengkap dengan tombol baru bagi mengubah pengaturan privasi per tanggal 9 April 2018.

Informasi tersebut mulai muncul di akun pengguna yg terdeteksi dicuri Cambridge Analytica ataupun tidak.

Jika akun Anda terdampak, notifikasi mulai memunculkan tombol “See How You're Affected” yg mampu ditekan buat mendapatkan keterangan selanjutnya. Jika akun Facebook Anda aman, tombol yang lain bertajuk “Go To Apps and Websites”.

Tampilan notifikasi yg mulai muncul berbeda buat setiap pengguna. Untuk akun yg datanya dicuri, notifikasinya dapat dilihat dari gambar di bawah ini, di sisi kanan. Namun, seandainya akun Anda aman dari Cambridge Analytica, tampilan notifikasinya mulai muncul seperti pada gambar sebelah kiri.

Jika akun Facebook Anda dicuri Cambridge Analytica, maka tampilan notifikasi di newsfeed mulai seperti pada gambar kanan. Namun seandainya akun aman, tampilan notifikasi mulai serupa tampilan gambar kiri. Facebook Jika akun Facebook Anda dicuri Cambridge Analytica, maka tampilan notifikasi di newsfeed mulai seperti pada gambar kanan. Namun seandainya akun aman, tampilan notifikasi mulai serupa tampilan gambar kiri.

Fitur ini juga berfungsi buat memperlihatkan kepada pengguna, aplikasi mana saja yg mereka pakai dan keterangan pribadi seperti apa yg diakses oleh aplikasi-aplikasi tersebut. Jika telah tidak lagi diinginkan, pengguna mampu menghapus aplikasi yg yg tak diinginkan.

Facebook turut menjelaskan langkah-langkah buat mencegah kejadian serupa terulang. Secara garis besar, caranya adalah dengan membatasi akses data pengguna Facebook melalui application programming interface untuk digunakan di aplikasi yang lain seperti Instagram maupun pihak ketiga.

Facebook juga mengubah mekanisme fitur pencarian akun dengan mengetikkan nomor telepon atau alamat e-mail melalui layar login.

Baca juga: Christopher Wylie, Mahasiswa Pengungkap Kebocoran Data Pengguna Facebook

Hal tersebut dinilai kadang disalahgunakan dan membahayakan data pengguna, misalnya, orang yang lain yg berkedok pura-pura lupa password kemudian si pemilik akun tiba-tiba mendapat SMS berisi kode reset password.

Baca juga: Terima SMS Reset “Password” Facebook? Awas Upaya Peretasan)

Riwayat telepon atau call history bagi orang-orang yg dikontak pengguna melalui aplikasi Messenger atau Facebook Lite di Android juga mulai rutin dihapus setelah berumur setahun.

Server Facebook juga cuma mulai menerima data yg memang dibutuhkan bagi menjalankan fitur ini saja, bukan keterangan detail seperti waktu panggilan.

(Baca juga: Begini Cara Cek Telepon dan SMS yg Direkam Facebook)

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca