Indosat Sebut Telah Lakukan Pemblokiran Nomor Penyalahgunaan NIK

oleh -234 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Deva Rachman akhirnya mengatakan pernyataannya terkait 1 NIK yg digunakan registrasi 2,2 juta di nomor prabayar punya Indosat Ooredoo. Menurutnya, nomor-nomor yg diduga menyalahgunakan data NIK buat melakukan registrasi sudah diblokir.

BERITA TERKAIT
  • Refarming 2100 MHz kelar, XL sebut lebih cepat dari jadwal
  • Axis dukung mobile games festival
  • 1 NIK dipakai registrasi 2,2 juta kartu prabayar

“Terkait dengan anomali data 1 NIK yg digunakan buat melakukan registrasi banyak nomor seperti yg disampaikan di RDP kemarin, kita sudah melakukan pemblokiran terhadap nomor-nomor tersebut,” ujarnya melalui informasi resmi, Selasa (10/4).

Pihaknya menyatakan terus menekankan kepada segala pihak bagi mengikuti peraturan pelaksanaan registrasi prabayar. Begitu juga kepada masyarakat bagi melakukan registrasi sesuai dengan peraturan dan tak memakai data NIK dan no KK secara tanpa hak.

“Indosat Ooredoo berkomitmen bagi turut mensukseskan program registrasi prabayar demi kenyamanan masyarakat dan pelanggan dalam memakai layanan telekomunikasi serta buat menciptakan iklim industri yg lebih baik,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI kaget ketika Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif Fakhrulloh menjelaskan NIK yg digunakan bagi registrasi kartu prabayar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP). Dalam paparannya itu, Zudan menyebut ada 1 NIK yg digunakan bagi melakukan registrasi 2,2 juta nomor prabayar.

“Ini akumulasi dari periode awal sampai dengan akhir masa registrasi kartu prabayar,” jelasnya ketika menjelaskan temuan tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (9/4).

Menurut Zudan, berdasarkan data tersebut, 2,2 juta nomor yg digunakan 1 NIK terjadi pada operator seluler Indosat Ooredoo. Namun, bukan berarti operator yang lain tak melakukan hal yg serupa. Untuk Telkomsel, sebanyak 518.000 nomor prabayar yg diregistrasikan memakai 1 NIK. Kemudian XL, 319.000 nomor. Lalu, Tri 83.000 serta 146.000 Smartfren.

“Itu tentu mengagetkan karena waktu meeting dengan Menkominfo yg paling banyak sesuatu NIK itu 10 ribu nomor saja. Ini sesuatu NIK dapat mencapai 2,2 juta nomor handphone. Ini berarti bukan tak sengaja. Seperti tadi yg disampaikan oleh salah sesuatu teman di komisi I mampu jadi ini aksi korporasi,” jelas Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI sekaligus pimpinan sidang, Hanafi Rais ditemui awak media usai RDP. [idc]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca