Indosat Ooredoo Raih Kenaikan Laba Bersih Jadi Rp 1,1 Triliun

oleh -92 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Operator seluler kedua di Indonesia, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo), mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 2,8 persen menjadi Rp 1,1 triliun berdasarkan kinerja 2017. Kenaikan laba ini didorong pendapatan usaha operator sepanjang tahun dulu yg meningkat jadi Rp 29,9 triliun.

BERITA TERKAIT
  • BRTI sebut Indosat kurang sosialisasi soal IM3 Ooredoo Prime
  • Pelanggan Indosat dapat lepas dari jeratan tarif IM3 Ooredoo Prime
  • IM3 Ooredoo Prime yg bikin Indosat dituding sedot pulsa

Pertumbuhan pendapatn usaha itu, utamanya didukung oleh pertumbuhan pendapatan segmen B2B atau MIDI hampir 10 persen dan seluler sebesar 1,7 persen. Kinerja ini menunjukan konsistensi perusahaan yg fokus pada strateginya dan keberhasilan menjalankan program transformasi operasional dan organisasi selama 2017.

Joy Wahyudi, Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo, menjelaskan pendapatan layanan data seluler juga tumbuh pesat, yakni 40,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp 14,5 triliun. Ini disebabkan pertumbuhan pengguna smartphone yg di akhir tahun dulu mencapai 73 juta pengguna smartphone. Kontribusi pendapatan data seluler tersebut mencapai sekitar 60 persen terhadap total pendapatan seluler.

Kami gembira dengan pertumbuhan positif ini. Dengan berbagai tantangan industri makin kompetitif, kita memprediksi bahwa perusahaan mulai sulit tumbuh. Namun dengan berbagai inisiatif perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional, fokus terhadap strategi, transformasi bisnis dan organisasim serta marketing produk agresif, kita memberikan hasil menjanjikan. Laba operasional perusahaan tumbuh kuat dan sehat, meneruskan performa kuat dibanding tahun sebelumnya, ujar Joy dalam rilisnya pada Merdeka.com, Kamis (29/3) malam.

Faktor yang lain pertumbuhan Indosat Ooredoo ini adalah efisiensi beban keuangan. Total utang dari pinjaman bank dan obligasi pada 2017 mengalami penurunan 3,3 persen atau berkurang Rp 660,2 miliar daripada tahun sebelumnya, yg mana tingkat bunga mengalami penurunan sekitar 0,36 persen poin.

Porsi utang dalam denominasi dolar AS turun sebesar 49,9 persen dari US$ 180,1 juta (mewakili 12,1 persen dari total utang) pada 2016 menjadi US$ 90,3 juta (mewakili 6,3 persen dari total utang) pada 2017. Dengan demikian, operayor dengan 110 juta pelanggan ini berhasil mengurangi pengaruh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Kata Joy, bagi mendukung ekspansi dan strategi ke depan, Indosat Ooredoo mulai selalu tidak mengurangi jumlah BTS dan meningkatkan layanan kepada pelanggan. Indosat sudah membangun 4.874 BTS tambahan pada tahun lalu, yg mana sebanyak 51 persen yaitu BTS 4G buat menunjang pertumbuhan penggunaan data yg sangat tinggi. Saat ini total BTS Indosat hingga akhir tahun 2017 sebanyak 61.357 BTS. [idc]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca