Hari Terakhir Registrasi SIM Prabayar, Awas Diblokir

oleh -143 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Tenggat waktu registrasi kartu SIM prabayar mulai berakhir hari ini, Senin (30/4/2018). Jika hari ini belum juga registrasi, maka kartu SIM prabayar kamu bakal diblokir total pada 1 Mei 2018.

BERITA TERKAIT
  • Smartfren langsung blokir kartu prabayar yg tidak kunjung diregistrasi
  • Registrasi SIM Card prabayar bakal melebar ke pengguna Bolt
  • Tak segala orang tahu penyalahgunaan data melanggar hukum

“Operator telekomunikasi seluler wajib melakukan pemblokiran layanan pada 1 Mei 2018 untuk nomor prabayar yg belum registrasi ulang,” kata Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ahmad M. Ramli dalam informasi tertulisnya.

Sesuai dengan Ketetapan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 tentang Petunjuk Pelaksanaan Registrasi Kartu Prabayar Seluler, pemblokiran total itu mulai dikerjakan buat semua layanan. Yakni panggilan dan SMS keluar, panggilan dan SMS masuk serta layanan data internet.

Pemblokiran tak berlaku buat layanan SMS Registrasi ke 4444. Meski demikian, layanan ini pun mulai berakhir seandainya masa berlaku kartu berakhir.

Oleh karena itu buat pelanggan yg terblokir total tetap mampu melakukan registrasi melalui SMS ke nomor 4444, telepon ke call center penyedia layanan dan kanal registrasi lainnya yg disediakan seperti melalui menu USSD dan portal selama masa aktif kartu prabayar belum habis.

Dengan melakukan registrasi kartu SIM prabayar, Ramli melanjutkan, maka layanan telekomunikasi bisa dipulihkan seperti semula.

Pemerintah meminta masyarakat yg belum registrasi langsung melakukan registrasi kartu prabayarnya dan agar setiap orang memakai NIK dan NoKK (Nomor Kartu Keluarga) secara benar dan berhak.

Secara khusus Ramli meminta kepada perusahaan-perusahaan yg bersentuhan dengan nomor telepon pelanggan bagi turut memberikan perlindungan dan kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan layanan telekomunikasi.

“Dalam rangka melindungi data pribadi dan menciptakan kenyamanan masyarakat, diimbau perusahaan-perusahaan seperti perbankan, kartu kredit, asuransi, peritel, tv kabel dan perusahaan lainnya yg bersentuhan dengan nomor telepon pelanggan agar menghindari marketing berupa menghubungi calon pelanggan via telepon dan sms yg datanya diperoleh secara tanpa hak,” tutup Ramli.

Sumber: Liputan6.com [ara]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca