Go-Jek Dapat Suntikan Dana Segar Dari Google, JD, Dan Tencent

oleh -62 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Go-Jek akhir minggu ini mengumumkan rampungnya putaran pendanaan Seri F yg diperoleh dari dua investor. Pihak Go-Jek menyampaikan dana segar yg diperoleh mulai digunakan buat memperkuat ekspansi di kawasan Asia Tenggara.

Pendanaan tersebut dipimpin oleh sejumlah investor lawas, yakni Google, JD, dan Tencent. Selain itu pendanaan Seri F turut melibatkan investor yang lain seperti Mitsubishi Corporation dan Provident Capital.

Melalui informasi resminya, pihak Go-Jek mengatakan, putaran pendanaan Seri F ini tak mulai memengaruhi kontrol serta pengambilan keputusan dalam perusahaan. Para pelopor Go-jek mulai tetap memiliki kendali serta mampu menentukan arah kebijakan perusahaan.

Baca juga: Go-Jek Akuisisi “Start-up Fintech” Filipina bagi Perkuat Go-Pay

“Seiring dengan ekspansi internasional perusahaan, kalian bangga mampu membawa visi kita ke lebih banyak negara di Asia Tenggara sekaligus menempatkan Indonesia pada peta dunia sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan ini,” ungkap CEO Go-Jek Group, Nadiem Makarim.

“Go-Jek dan afiliasinya kini beroperasi di lima negara yg mencakup 204 kota dan kabupaten di Asia Tenggara. Kami juga memiliki jaringan lebih dari 2 juta mitra pengemudi dan 400.000 mitra merchants,” lanjutnya.

Dari “unicorn” menjadi “decacorn”?

Kendati demikian, informasi resmi yg diterima Tekno, Minggu (3/2/2019) tak menyebutkan nominal dana segar yg diperoleh oleh perusahaan ride-hailing ini.

Beberapa waktu sebelumnya, sebuah laporan yg dipublikasikan TechCrunch menyampaikan nilai investasi yg diterima Go-Jek pada Seri F ini mencapai 920 juta dollar AS (sekitar Rp 13 triliun).

Baca juga: Go-Jek Dikabarkan Dapat Pendanaan Rp 13 Triliun

Menurut TechCrunch, informasi angka tersebut diperoleh dari sumber terpercaya. Jika angka ini benar adanya, maka valuasi Go-Jek kini ditaksir mencapai 9,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 132 triliun.

Jika tembus 10 miliar dollar AS, maka Go-Jek mulai menyandang gelar startup “Decacorn” pertama dari Indonesia. Decacorn merupakan istilah bagi perusahaan rintisan yg mencapai angka valuasi tersebut.

Go-Jek sendiri ketika ini sudah melebarkan sayap ke dua negara di kawasan Asia Tenggara. Setelah VIetnam, Singapura dan Thailand, Go-Jek berencana mulai masuk ke Filipina.

Meski terganjal regulasi pemerintah Filipina, Go-Jek mengakuisisi startup Coin.ph yang bergerak di ranah fintech di sana. Dengan begitu, Go-Jek sedikit demi sedikit mampu menjejakkan kakinya di Filipina.

Baca juga: Go-Jek Dilarang Ekspansi ke Filipina, Ini Alasannya

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca