Go-Jek Bakal Sediakan Konten Video Serupa Netflix

oleh -133 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Layanan transportasi online, Go-Jek, bakal masuk ke industri konten video. Ekspansi ini dalam upaya memperkuat posisinya sebagai aplikasi “one for all”, dari transportasi, pengiriman makanan, hingga pembayaran digital.

Menurut Vice President of Acquisition and Development Go-Jek, Michy Gustavia, layanan konten video tersebut bakal dinamai “Go-Play”. Adapun model bisnisnya mengusung konsep langganan alias subscription, seperti Netflix, Hulu, dan Hooq.

Pengguna Go-Play mampu memilih paket berlangganan harian, mingguan, atau bulanan. Belum dijelaskan secara spesifik seperti apa konten video yg terkurasi di Go-Play.

Yang jelas, ada konten-konten yg diproduksi sendiri oleh Go-Jek melalui layanan bertajuk “Go-Studio”. Pembuatan konten orisinil tersebut berbasis data yg dihimpun Go-Jek dari kebiasaan pengguna selama ini.

“Go-Jek mulai membuat konten yg berdampak positif buat sosial.” kata Michy Gustavia.

“Konten yg kalian produksi dan kalian bantu produksinya, bakal eksklusif buat Go-Play. Jadi kontennya 95 persen fokus bagi Indonesia,” ia menambahkan.

Baca juga : Go-Jek Inisiasi Gerakan #HapusTuyul

Video dokumenter pertama diboyong ke luar negeri

Ia bercerita, salah sesuatu proyek video pertama Go-Jek dibuat berdasarkan tingkat pembatalan (cancelation rate) pengguna yg tinggi saat memesan Go-Ride dan mendapat sopir perempuan. Dari temuan data itu, tim Go-Jek bekerja sama dengan para sineas Indonesia bagi membuat dokumenter.

“Pengguna membatalkan pesanan karena merasa perempuan tidak dapat menyetir motor atau tidak terlalu cakap. Tingkat pembatalan ini mulai berpengaruh secara segera terhadap hajat hidup para sopir perempuan, di mana mereka adalah tulang punggung keluarga,” ia bercerita.

“Hasil akhirnya sangat kuat dan bagus, kita memasukkannya ke dua festival film internasional,” ia menuturkan, sebagaimana dihimpun Tekno, Jumat (27/4/2018), dari Nikkei.

Michy Gustavia percaya bahwa Go-Jek sudah menggenggam kepercayaan masyarakat Tanah Air. Karena itu, ia yakin konten-konten positif di Go-Play mulai memiliki pengaruh yg signifikan terhadap kehidupan sosial yg lebih baik.

“Pendekatan kalian lebih ke suara orisinil orang Indonesia, bukan asing. Kami ingin memelihara dan memberdayakan para talenta dalam negeri, para pembuat film, dan mempromosikan konten-konten Indonesia,” ia menjelaskan.

Per Desember 2017 lalu, Go-Jek menghimpun 9,7 juta pengguna. Layanannya pun beragam, akan dari transportasi motor (Go-Ride), pengantaran makanan (Go-Food), transportasi mobil (Go-Car), pengiriman paket (Go-Send), pembelian kebutuhan domestik (Go-Mart), bersih-bersih rumah (Go-Clean), transportasi taksi (Go-Bluebird), pembelian pulsa (Go-Pulsa), gaya hidup (Go-Glam, Go-Massage), dan sebagainya.

Baca juga : Berapa Jumlah Pengguna dan Pengemudi Go-Jek?

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca