Go-Jek Akuisisi “Start-up Fintech” Filipina Untuk Perkuat Go-Pay

oleh -27 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

— Langkah Go-Jek bagi melebarkan sayap ke Filipina sempat terhambat dua waktu lalu. Hal itu disebabkan regulasi bisnis transportasi setempat yg dikenal ketat.

Namun, batu sandungan tersebut agaknya tidak menyurutkan niat Go-Jek bagi mengaspal di Manila. Berdasarkan keterangan terbaru, Go-Jek melakukan strategi lain, yakni dengan mengakuisisi salah satu startup Filipina bernama Coin.ph.

Perusahaan rintisan yg bergerak di ranah teknologi finansial (fintech) ini mengklaim telah memiliki lima juta pengguna terdaftar di Filipina.

Baca juga: Go-Jek Dilarang Ekspansi ke Filipina, Ini Alasannya

Coin.ph awalnya berdiri sebagai layanan penukaran cryptocurrency dan kini sudah merambah sektor mobile payment. Bentuk layanannya termasuk e-wallet bagi pembayaran transportasi umum, pulsa telepon, dan aneka tagihan.

Berapa besar persisnya nilai akuisisi Coin.ph oleh Go-Jek tak diungkapkan. Namun, dirangkum Tekno dari Tech Crunch, Senin (21/9/2019), sumber-sumber terpercaya menyebut angka 72 juta dollar AS atau sekitar Rp 1 triliun.

Nilai akuisisi itu disebut cukup besar sehingga Go-Jek disinyalir mencaplok mayoritas saham di Coin.ph. Besar kemungkinan Go-Jek mulai memanfaatkan layanan Coin.ph bagi memperkuat sekaligus memperluas Go-Pay, dompet virtual punya Go-Jek, ke Filipina.

“Filipina yaitu salah sesuatu pasar paling menarik di Asia Tenggara dan melalui kerja sama dengan Coin.ph, kalian dengan rendah hati ikut serta dalam transformasi pembayaran digital negara ini,” ujar CEO Go-Jek Nadiem Makarim.

Sebelum Go-Jek datang, Coin.ph sudah mendapat suntikan dana 10 juta dollar AS dari beberapa gelombang investasi. Beberapa investor yg menyokong Coin.ph adalah Naspers, Global Brain, Wavemaker, Beenext, dan Pantera Capital.

Baca juga: Go-Jek Perluas Layanan ke Seluruh Singapura

Setelah mendapat suntikan dana dari Go-Jek, Coin.ph masih mulai menjalankan layanannya sambil memanfaatkan sumber daya dan pengalaman yg dimiliki Go-Jek.

Co-founder yg juga menjabat sebagai CEO Coin.ph, Ron Hose, mengaku bahwa pihaknya memang sedang dalam proses putaran pendanaan saat tawaran dari Gojek tersebut datang.

“Kami harus membuat keputusan bagaimana kita ingin mengembangkan bisnis kami. Bersama Go-Jek, kita merasa mampu membuat satu yg lebih besar dan lebih baik buat pelanggan,” jelas Ron.

Kendati tengah mengincar Filipina, Go-Jek bakal mendapati sejumlah pesaing di ranah fintech negeri tersebut. Ada Grab yg siap masuk dengan GrabPay. Kemudian ada perusahaan, fintech lain, Oriente, yg baru saja mendapat pendanaan dari co-founder Skype.

Kemudian, ada pula Mynt yg mendapatkan sokongan dari Alibaba serta Tencent yg juga menyuntikkan dana bagi fintech Filipina lainnya, Voyager.

Baca juga: Struktur Perusahaan Go-Jek Terungkap dari Bocoran Dokumen

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca