Facebook Diblokir Atau Tidak Di Indonesia Tergantung Inggris

oleh -82 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

JAKARTA, – Pemerintah Indonesia sempat mengancam mulai memblokir Facebook seandainya data tambahan yg diminta tidak diserahkan hingga 26 April. Kini tenggat tersebut telah terlewati, dan Facebook masih dapat diakses dari Tanah Air.

Menurut Dirjen Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, Facebook masih harus menghadapi proses audit yg dikerjakan pemerintah Inggris. Sampai audit ini selesai, pemerintah Indonesia belum dapat mengambil tindakan.

“Kami sampai sekarang masih memantau hasil audit mereka, hasil investigasi dari Inggris sampai mereka dapat membuka file-file ini,” kata Semuel di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin (30/4/2018).

“Sekarang baru mampu dikerjakan di Inggris karena kejadiannya di Inggris. Amerika saja belum bisa. Kita lagi memantau itu,” imbuhnya.

Baca juga: Pemerintah Kirim 4 Permintaan ke Facebook, Jatuh Tempo 26 April

Semuel menambahkan, pemerintah Indonesia harus menghormati proses hukum ini. Sehingga belum ada yg mampu dikerjakan sampai proses audit itu selesai. Bahkan pemerintah pun tidak mampu memberi batas waktu tertentu agar audit ini langsung diselesaikan karena yg berwenang dalam hal ini adalah pemerintah Inggris bukan Facebook.

“Facebook juga tak mampu menjanjikan kapan hasil audit ini selesai, karena mereka juga menunggu pemerintah Inggris. Mereka bilang tak tahu kapan. Inggris pun belum membuka hasil auditnya pada publik,” lanjut Samuel.

Sudah penuhi permintaan Kominfo

Kendati demikian dua waktu dulu pemerintah sempat melayangkan surat permintaan data tambahan pada Facebook yg tenggat waktunya sampai 26 April. Menurut pria yg akrab disapa Semmy itu, Facebook telah memenuhi permintaan tersebut dan Kominfo cukup puas dengan balasan Facebook.

“Tapi kalau yg kalian minta semuanya itu telah dikasih, bahwa mereka tak lagi mengaktifkan aplikasi-aplikasi sejenis. Malah mereka juga telah membatasi aplikasi pihak ketiga dalam memakai data personal. Aplikasi yg lebih dari tiga bulan tak digunakan oleh pengguna, dinon-aktifkan dan tak dapat lagi gali akses ke data-data pribadi,” ungkap Semmy.

Kemudian Semmy menambahkan seandainya proses audit oleh pemerintah Inggris selesai, barulah Kominfo dapat melakukan audit bagi data-data pengguna di Indonesia yg ikut bocor dalam skandal. Kominfo mulai melihat ada fenomena apa di balik bocornya data-data itu.

Jika memang terbukti ada kesengajaan terkait kebocoran data, Kominfo mulai mengambil tindakan tegas yg dapat saja berakhir pada pemblokiran.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

“Kami harus lihat ada fenomena apa sih di sana, ada gak kesengajaan dari Facebook? Kalau terbukti ada ya mampu kami tutup. Tanpa melihat hasil auditnya kalian ga berani gegabah,” pungkas Semmy.

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca