E-mail Satu Karakter Dari Bos Amazon Yang Bikin Karyawan Panik

oleh -72 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Apa yg terjadi seandainya bos Anda mengirimkan e-mail yg isinya cuma sesuatu karakter? Mungkin kebanyakan dari kami mulai mengabaikannya. Berbeda dengan karyawan Amazon yg bakal segera panik ketika menerima e-mail ini.

CEO Amazon Jeff Bezos diketahui milik kebiasaan unik. Ia kerap mengirimkan e-mail pada eksekutifnya cuma berisi sesuatu karakter yakni tanda tanya (?).

Ketika para eksekutif perusahaan mendapat e-mail yg cuma sesuatu karakter ini, mereka tahu bahwa Bezos sedang memberi “teguran” karena ada pelanggan yg mengeluh atas pelayanan yg diberikan Amazon.

“Saya masih milik alamat e-mail yg mampu dihubungi oleh pelanggan. Meskipun aku tak membalasnya, tetapi aku membacanya,” ungkap Jeff Bezos dikutip Tekno dari Bussiness Insider, Senin (23/4/2018).

Ia melanjutkan, e-mail ini sebagian besar memang berisi keluhan-keluhan dari para pelanggan. Keluhan itu mulai ia teruskan pada eksekutif yg bersangkutan disertai dengan karakter tanda tanya.

“Saya membaca sebagian besar e-mail itu dan meneruskannya pada para eksekutif yg bertanggungjawab di ranah tersebut dengan sesuatu tanda tanya. Tanda ini artinya adalah ‘bisakah Anda memeriksanya?' atau ‘mengapa ini terjadi?',” lanjut Bezos.

Para petinggi itu biasanya kemudian meneruskan e-mail ini pada para manager bagi langsung diinvestigasi. Bagi para karyawan Amazon, mendapat e-mail sesuatu karakter ini telah menjadi hal umum dalam lingkup perusahaan.

Baca juga : 5 Hal yg Jarang Diketahui Tentang Bos Amazon

Alamat e-mail Jeff Bezos sendiri telah umum dan diketahui publik. Maka tidak jarang saat terkendala sebuah masalah, konsumen segera mengadukannya pada Bezos lewat e-mail [email protected] amazon.com ini.

Meski dapat dibilang jalur laporan ini tidak sesuai prosedur, Bezos tetap ingin mempertahankan dan selalu memakai alamat e-mail tersebut. Menurutnya ini menjadi salah sesuatu jalan agar ia tetap dekat dengan para konsumen.

Bahkan tidak jarang keluhan-keluhan ini justru menjadi ide bagi Amazon dalam mengembangkan layanannya. Ia pun berujar bahwa kepuasan pelanggan harus dijaga sebaik mungkin agar tetap dapat bersaing dengan para kompetitor.

“Jika Anda terus terobsesi oleh para pesaing, maka Anda mulai sulit termotivasi saat Anda berada paling depan. Pelanggan terus menginginkan lebih dan tidak pernah puas. Jadi tak peduli seberapa jauh Anda di depan pesaing, posisi Anda tetap berada di belakang pelanggan Anda,” ungkap dia.

Baca juga : Cerita Pekerja Gudang Amazon yg Terpaksa Kencing di Botol

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca