CEO Indosat Sarankan Pemerintah Tunda Rencana “Buyback” Indosat

oleh -54 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

YOGYAKARTA, – CEO dan Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Chris Kanter kembali menjelaskan soal isu pembelian kembali ( buyback) saham Indosat dari Qatar Telecom, pemilik grup Ooredoo.

Hal ini menurutnya agar isu ini tak terus-terusan menggelantung di pasar. Dikatakan Chris, sangat tak mungkin untuk pemerintah seandainya ingin melakukan buyback Indosat pada ketika ini, meskipun menurutnya Presiden Jokowi telah mengupayakannya sejak 2018 lalu.

You mau beli barang yg harganya lagi turun dari orang yg kaya banget, bukan kaya doang, mana mau jual dia,” ujar Chris di acara jumpa media di Yogyakarta, Senin (28/1/2019).

Chris menceritakan pertemuannya dengan Presiden Jokowi pada November 2018 lalu. Ia menjelaskan kepada presiden, walaupun Qatar Telecom selaku pemilik Ooredoo memberikan diskon, harga Indosat tetap mulai di atas pasar (terlalu mahal).

“Jadi aku sampaikan ke presiden, melihat kondisi sekarang, simply impossible (buyback Indosat),” kata Chris.

Ia pun menjelaskan, Qatar Telecom ketika ini sudah beroperasi di sepuluh negara, tahun depan, mereka menargetkan menjadi world telco leader dengan berekspansi menjadi beroperasi di 20 negara.

CEO seklaigus Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Chris Kanter./Reska K. Nistanto CEO seklaigus Presiden Direktur Indosat Ooredoo, Chris Kanter.

Sementara jumlah pelanggan Indosat sendiri, menurut Chris, berkontribusi 56 persen kepada total jumlah pelanggan group Ooredoo di semua dunia.

“Kalau mau jadi group dunia, mana mau jual. Tetap mau (jual) tapi kalau (Qatar Telecom) lagi pengen cari duit, ini (kondisinya) lagi pengen belanjain duit,” tuturnya.

Chris melanjutkan, kalaupun pemerintah mau membeli dengan harga yg Qatar Telecom mau, pastinya mulai mahal sekali, di atas harga market ketika ini. Ia pun menganjurkan lebih baik dananya dipakai buat infrastruktur lain.

“Saya berbicara bukan dalam konteks dukung-mendukung, tapi supaya isu ini (buyback) selesai, tak menggelantung jadi bulan-bulanan Pilpres,” katanya.

“Saya bukan ngebelain (Presiden Jokowi) lho, Indosat ngga ada urusan nomor 01 atau 02, aku mengatakan fakta,” lanjut Chris.

Ooredoo adalah perusahaan telekomunikasi berbasis di Qatar, yg ketika ini memegang mayoritas saham Indosat. Ooredoo mengakuisisi saham Indosat pada 2002 dahulu ketika pemerintah melepas 41,9 persen saham ke Ooredoo.

Saat ini, pemerintah Indonesia cuma mempunyai 14,29 persen saham Indosat, sedangkan Ooredoo mengantongi saham 65 persen. Sisanya dimiliki publik.

Baca juga: Indosat Dorong Sharing Infrastruktur bagi Percepat 5G

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca