Bukti Mark Zuckerberg Akui Salah Tak Lindungi Data Pengguna

oleh -205 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg usai disidang oleh parlemen AS. Beragam pertanyaan dilontarkan kepada pria yg akrab disapa Zuck ini. Tak cuma masalah Cambridge Analytica (CA), namun juga permasalahan ujaran kebencian sampai dengan politik internal di Facebook.

Salah seorang senator, Kamala Harris, mencecar pelopor Facebook itu terkait penyalahgunaan data pengguna yg dikerjakan oleh CA. Dilaporkan TechCrunch, Kamis (12/4), Ia mempertanyakan sikap Facebook yg tak mengatakan secara segera penyalahgunaan data kepada para penggunanya.

Sikap Facebook itu, membuat Harris mencurigai bahwa ada orang-orang di dalam Facebook yg dengan sengaja agar menjaga masalah ini tidak keluar ke publik.

“Apakah ada orang di Facebook yg membuat percakapan agar tak memberitahukan pengguna perihal masalah ini?” tanyanya.

Ditanya seperti itu, Zuck tidak mampu menjawab secara gamblang. Hanya saja, ia pernah mendengar bahwa ada laporan pelanggaran yg dikerjakan oleh Kogan ilmuwan sekaligus pembuat aplikasi menjual data itu ke CA pada tahun 2015.

Harris tidak puas dengan jawaban Zuck yg cenderung tidak tegas. Akhirnya, ia pun kembali menekan bos Facebook itu memastikan adakah pembicaraan internal mereka yg dengan sengaja menyembunyikan penyalahgunaan data itu.

“Saya berbicara notifikasi, ini persoalan transparansi bagi menginformasikan kepada pengguna tentang apa yg Anda tahu bahwa keterangan mereka disalahgunakan,” cecar Harris.

Zuckerberg pun berkata ia tak ingat pembicaraan tentang memberitahukan pengguna. Ia justru mengaku bersalah atas kejadian tersebut.

“Saya mengaku bersalah tak memberitahukan pengguna, karena kalian mendapat keterangan kasusnya telah tertutup dan datanya telah dihapus,” jawab Zuckerberg.

Pendiri Facebook itu juga menyampaikan pihaknya sadar seharusnya dapat menangani perkara Cambridge Analytica dengan lebih tegas. Sebagai informasi, pihak Kogan dan Cambridge Analytica mengaku telah menghapus data dari pengguna Facebook, tetapi ternyata kabar tersebut tak benar.

Sebagaimana diketahui, Facebook mengakui bahwa terdapat 87 juta data yg dimungkinkan disalahgunakan oleh CA. Dari 87 juta data yg kebobolan, sebagian besar adalah pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau sekitar 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, ada dua negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yg disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen dari 87 juta. Di atas Indonesia, ada Filipina yg kemungkinan besar penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu sekitar 1,4 persen. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brazil, Vietnam, dan Australia. [bal]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca