Bos Apple Ternyata Takut “Dibuntuti” Iklan Di Internet

oleh -195 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Skandal pencurian data personal para pengguna Facebook menyita perhatian dunia. Tak terkecuali CEO Apple, Tim Cook. Dalam sebuah wawancara, Cook berkelakar saat ditanya apa yg mulai dia lakukan jika berada di posisi bos Facebook, Mark Zuckerberg.

“Saya tak mulai dalam situasi tersebut. Kami dapat menghasilkan banyak uang seandainya konsumen diperlakukan sebagai produk kami. Tapi kita memilih buat tak melakukan itu”, ujar Cook, mengacu pada jalur pemasukan Facebook yg menarget penggunanya bagi disodori iklan.

Cook sendiri mengaku takut dengan iklan yg seolah membuntutinya di semua situs saat sedang berselancar di internet. “Bagi saya, hal itu menakutkan saat kalian melihat satu (di internet), tiba-tiba itu (iklan) mengejar aku di segala situs”, kelakarnya.

Dilansir Tekno dari Phone Arena, Minggu (8/4/2018), orang nomor sesuatu di Apple itu melanjutkan bahwa privasi adalah hak asasi manusia.

Cook juga menyoroti bagaimana iklan-iklan mampu mengakses data personal pengguna internet dan memonetisasi mereka buat mengembangkan pundi-pundi sang penyalur iklan.

Baca juga : iPhone X Rp 13,3 Juta, CEO Apple Anggap Tak Kemahalan

Bukan hanya bagi orang kaya

Silang pendapat antara Cook dan Zuckerberg sempat terjadi dua waktu lalu. Soal kritikan monetisasi pengguna Facebook yg dilontarkan Cook, Zuckerberg menganggapi dengan menyampaikan bahwa Cook cuma cakap dalam berbicara.

Zuckerberg menilai, Facebook mampu digunakan secara gratis karena fokus buat menghubungkan orang-orang, dikala banyak orang tidak sanggup merogoh kocek untuk  membayar tarif. Dia dahulu nyinyir kepada Apple.

Model bisnis paling rasional -menurut Zuckerberg- adalah dengan mencari pemasukan dari iklan.  “Jika Anda mau membuat layanan yg tidak cuma melayani orang kaya, maka Anda butuh satu yg dapat digunakan seluruh orang”, sindir Zuckerberg.

Baca juga : Mark Zuckerberg Diberi Penghargaan Pemberi Informasi Palsu

Bos Facebook tersebut menampik tudingan bahwa media sosialnya tak peduli dengan orang lain. Sebaliknya, ia balik menyerang dengan menyampaikan bahwa perusahaan teknologi yang mengenakan biaya tinggi seperti Apple lah yg seharusnya disebut kurang peduli.

“Saya rasa utama buat kalian tak terjangkit Stockholm Syndrom, dengan membiarkan perusahaan yg menagih biaya ke Anda secara berlebihan, meyakinkan Anda bahwa mereka sebenarnya peduli dengan Anda. Itu terdengar aneh untuk Saya”, imbuh Zuckerberg.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112'); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca