APJATEL: Sinergi Sukseskan Program Pita Lebar

oleh -174 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL) sepakat mengembangkan jaringan telekomunikasi bagi masa depan. Kesepakatan itu diperkuat ketika Musyawarah Nasional (Munas) APJATEL pada Kamis (19/4) kemarin.

BERITA TERKAIT
  • Ini negara-negara yg memiliki kecepatan internet tinggi, bagaimana Indonesia?
  • Sebut leluhur India ciptakan internet, menteri ini diolok-olok warganya
  • Seluruh warga Indonesia harus terjangkau internet

Ketua APJATEL Lukman Adjam mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini, peserta Munas-II APJATEL mampu menyatukan aspirasinya dan bersinergi dalam pengembangan jaringan telekomunikasi di masa yg mulai tiba serta menyelaraskan visi dan misi bersama.

“Munas-II APJATEL diharapkan menghasilkan kesepakatan para anggota bagi saling bekerjasama dalam pemanfaatan infrastruktur pasif jaringan telekomunikasi yg dimiliki oleh masing-masing anggota APJATEL sebagai upaya percepatan penetrasi jaringan fixed broadband untuk masyarakat Indonesia,” kata Lukman dalam informasi persnya, Jumat (20/4).

Dikatakannya, APJATEL memiliki beberapa program penting dalam menyukseskan pembangunan Rencana Pita Lebar Indonesia. Program pertama adalah dengan mendorong Pemerintah Daerah seperti BUMD atau BLUD-nya buat menjadi penyelenggara utililtas terpadu infrastruktur pasif jaringan telekomunikasi dalam bentuk ducting/tiang Bersama, Micro Cell Pole (MCP), dan Menara Telekomunikasi.

Kepala Daerah mampu melakukan proses “Penunjukan Langsung Penugasan Pemerintah” kepada BUMD atau BLUD nya berpedoman pada PP No. 27 Tahun 2017 dan Perpres 96 Tahun 2014.

Kemudian program kedua adalah mempersiapkan sumber daya manusia yg mulai mengoperasikan sarana dan prasarana jaringan fixed broadband berbasis teknologi jaringan kabel fiber optik. APJATEL bersama Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sudah sepakat buat menyiapkan 10.000 lulusan SMK Program Studi Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) bagi menjadi teknisi yg memiliki kompetensi di bidang teknologi jaringan kabel fiber optik.

Usaha pemerataan penetrasi jaringan telekomunikasi pita lebar ketika ini difokuskan oleh APJATEL pada wilayah kecamatan dan desa yg ada di Pulau Jawa dan Bali. Hal ini berdasar pada hasil survei APJII di tahun 2017 yg menyatakan bahwa lebih dari separuh atau 58,08 persen pengguna internet di Indonesia berada di Pulau Jawa, dan sebesar 5,63 persen berada di Bali dan Nusa Tenggara.

Saat ini, semua perusahaan anggota APJATEL (33 Perusahaan) sudah memakai teknologi serat optik, antara yang lain Moratelindo, FiberStar, MNC Play, Biznet, CBN, iForte dan lain-lain. Layanan internet yg memakai jaringan kabel serat optik memungkinkan kapasitas bandwidth yg besar dan andal. Perusahaan-perusahaan ini sudah sanggup menghadirkan layanan konvergensi yg menggabungkan layanan telekomunikasi, internet, TV/penyiaran dan multimedia.

“Selain pembahasan upaya percepatan pencapaian Rencana Pita Lebar Indonesia, peserta Munas juga membahas isu keamanan siber serta keamanan kelengkapan sarana dan prasarana jaringan siber,” terangnya. [ara]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca