Apakah Google Bakal “Mematikan” Waze?

oleh -46 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Perusahaan search engine raksasa Google diketahui memiliki beberapa aplikasi peta yakni Google Maps dan Waze. Keduanya pun cukup populer digunakan, terutama di Indonesia.

Memang, Waze bukanlah aplikasi yg asli lahir dari Google, melainkan diakuisisi dari perusahaan yang berasal Israel tahun 2013.

Google Maps dan Waze memiliki fungsi yg sama dan layanan yg tidak jauh berbeda. Lalu buat apa Google mempertahannya keduanya? Apakah Google mulai mempertahankan Maps ketimbang Waze?

Belakangan, Googe lebih banyak menggulirkan fitur bagi Google Maps. Misalnya saja fitur speed limit notification atau batas kecepatan maksimal yg telah dirilis di sebagian besar wilayah Amerika Serikat.

Google juga disebut mulai merilis fitur baru bagi melaporkan adanya kecelakaan di rute yg mulai dilewati pengguna. Ada juga fitur speed camera warning yg kurang lebih berfungsi sama seperti fitur speed limit.

Hanya saja dengan fitur ini pengguna tidak perlu melihat ke ponsel, namun mulai dibantu audio seandainya mulai ada kamera pengintai kecepatan di rute yg mulai dilalui.

Fitur laporan di Google Maps Fitur laporan di Google Maps

 

Google, sebagaimana dirangkum Tekno dari Phone Arena, Rabu (30/1/2019), disebut mulai menambahkan fitur yg menjadi salah sesuatu keunikan Waze, yakni suara selebritas atau bahkan suara pengguna sendiri bagi mengisi vokal Google Maps sebagai pemandu jalan.

Baca juga: Pengguna Waze Ditemani Dian Sastrowardoyo Selama Asian Games 2018

Fitur-fitur di atas sejatinya telah lebih dahulu tersedia di Waze sebelum diboyong ke Google Maps. Hal tersebut menimbulkan lagi-lagi pertanyaan, apakah Google mulai membunuh Waze perlahan-lahan dengan membawa fitur-fitur favorit Waze ke Google Maps?

Padahal, Waze dan Google Maps memiiki basis yg berbeda. Waze memakai konsep crowdsourcing, yg artinya lebih mengandalkan keterangan dari sesama pengguna Waze bagi melaporkan keadaan dulu lintas.

Sehingga keterangan dulu lintas dapat lebih real-time. Bisa dibilang seandainya Waze yaitu aplikasi navigasi berbasis media sosial, yg mengizinkan pengguna berbagi keterangan dahulu lintas. Sementara Google Maps tak mengandalkan keterangan dari pengguna sebagaimana Waze, sehingga keterangan yg diberikan tak real-time.

Namun dibanding Waze, Google Maps lebih unggul dalam memberikan dua opsi rute yg dapat ditempuh pengguna seperti sepeda, pejalan kaki, atau trasnportasi umum. Soal akurasi, perbedaan keduanya sebenarnya tak terlalu jauh.

Baca juga: Seperti Waze, Google Maps Bakal Bisa Dipakai Melaporkan Kecelakaan

Namun karena Waze berbasis media sosial maka informasinya dapat jadi lebih akurat. Namun mengingat fitur-fitur yg disebutkan di atas mulai hadir di Google Maps, soal akurasi agaknya tak begitu persoalan ke depannya.

Berbicara soal fitur, sebenarnya fitur di Google Maps lebih kaya dibanding Waze. Namun dengan kabar bahwa dua fitur Waze mulai berdatangan ke Google Maps, dapat dibilang Google Maps mulai menjadi aplikasi navigasi super yg memuat beragam fitur dalam sesuatu aplikasi.

Dengan demikian, apakah Waze mulai benar-benar mati perlahan disaat fitur unggulannya diboyong ke Google Maps, sementara ia masih minim pembaruan fitur? Jawabannya patut bagi ditunggu.

googletag.cmd.push(function() { googletag.display(‘div-gpt-ad-974648810682144181-4112’); });

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca