328 Juta Kartu SIM Card Prabayar Berhasil Registrasi

oleh -89 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Batas waktu registrasi kartu prabayar langsung usai. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Operator seluler, baru saja melakukan rekonsiliasi data secara bertahap. Tujuannya adalah menentukan jumlah pelanggan yg berhasil melakukan registrasi kartu SIM.

BERITA TERKAIT
  • ATSI blokir kartu prabayar yg registrasi pakai NIK palsu
  • Perlindungan data pribadi sangat penting, revisi UU ITE diperlukan
  • Bamsoet desak pemerintah langsung usulkan RUU Perlindungan Data Pribadi

Sebelum adanya rekonsiliasi data ini, jumlah antara yg melakukan registrasi kartu prabayar di operator seluler dengan Dukcapil, berbeda versi. Hal ini pun menjadi pertanyaan kala Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan komisi I Dewan Perwakilan Rakyat RI.

Versi operator seluler menyatakan sudah berhasil meregistrasikan kartu prabayar mencapai angka 304,8 juta. Sementara, menurut data dari Dukcapil, sebanyak 350,7 juta tarikan data NIK dan nomor KK buat melakukan registrasi prabayar. Maka, terdapat selisih sekitar 45 juta angka dari keduanya.

Berdasarkan perbedaan itu, ketiga pihak akhirnya melakukan rekonsiliasi bagi menentukan jumlah pelanggan yg sudah berhasil melakukan registrasi kartu SIM. Hasilnya adalah tercatat sebanyak 328 juta pelanggan prabayar sudah melakukan registrasi.

“Saat ini hasil dari rekonsiliasi telah 328 juta kartu yg melakukan registrasi. Kita mulai lakukan selalu sampai terakhir,” jelas Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (23/4).

Dikatakan Merza, perbedaan antara data operator seluler dengan Dukcapil ada dua hal. Pertama, nomor pelanggan melewati grace period tetapi melakukan registrasi dan sukses di Dukcapil. Namun, sistem registrasi di operator seluler tak tersimpan dan tercatat.

Kedua, pelanggan tercatat melakukan registrasi tetapi belum mendapatkan notifikasi dari sistem operator. Sehingga, melakukan pendaftaran ulang. Merza berharap proses registrasi dapat berjalan mulus sampai 1 Mei 2018, yg ditentukan sebagai proses akhir registrasi kartu SIM lama.

“Setelah 1 Mei, kita berencana bersama Kemkominfo dan Dukcapil buat gelar konferensi pers, buat berikan update. Namun, belum ada tanggalnya,” ungkap Merza dikutip dari Liputan6.com.

Sumber: Liputan6.com
Reporter: Andina Librianty [ara]

Sumber: http://www.merdeka.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca