PUBG Mobile Batasi Waktu Bermain Maksimal 6 Jam

oleh -65 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

New Delhi – Menanggapi kecaman dari Pemerintah India terhadap PUBG Mobile yg adiktif membuat Tencent membuat fitur khusus buat mengurangi angka kecanduan game ini.

Sebagai pengembang dan pemilik PUBG Mobile, Tencent baru saja merilis sebuah fitur yg bisa membatasi waktu bermain.

Fitur ini sudah akan diuji mencoba di India sejak 21 Maret lalu. Para pemain melaporkan bahwa mereka mendapatkan pesan peringatan terkait waktu bermain saat melakukan proses login pada akun masing-masing.

Pesan tersebut mulai muncul saat pemain sudah bermain PUBG Mobile selama enam jam di hari yg sama. Jika pemain telah melewati batas waktu tersebut, mereka baru dapat kembali melakukan login di hari berikutnya.
Health remainder on @PUBGMOBILE . One of my friend played it for 6 hours it seems an . #PUBG To the next level. @Im_Rahul16 Take care of your health daww.. part of day well spent with @PUBG pic.twitter.com/6nOUTrvglh

Menurut Tencent, fitur ini memang sengaja dibuat agar PUBG Mobile tetap mampu dimainkan secara sehat dan bertanggung jawab. Sang developer pun mengakui bahwa fitur ini dirilis karena adanya wacana pemblokiran PUBG Mobile di India.

“Kami memperkenalkan sistem gameplay yg sehat di India bagi mempromosikan game yg seimbang dan bertanggung jawab, termasuk membatasi waktu bermain buat pemain di bawah umur,” ungkap Tencent melalui informasi resminya seperti dilansir XDA Developers.

“Karena itu kalian terkejut mengetahui bahwa pihak berwenang setempat di dua kota sudah menetapkan bagi memberlakukan larangan bermain game kami,” lanjut mereka.

Tencent menyatakan mulai berupaya buat melakukan dialog dengan pemerintah setempat agar wacana pelarangan PUBG Mobile dibatalkan.

Di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah mengkaji usulan masyarakat terkait fatwa game PUBG. Sejumlah masyarakat menilai ada unsur radikalisme yg dimainkan dalam game ini.

Game PUBG menuai kontroversi setelah masyarakat menilai permainan tersebut bisa memicu radikalisme karena mempraktikkan peperangan dan pembunuhan.

Game dengan genre battle royale itu disebut-sebut mirip dengan aksi teroris ketika melakukan penembakan massal di masjid Christchurch, Selandia Baru.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca