Perempuan Afghanistan Ciptakan Game Anti-Opium

oleh -192 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Kabul – Manfaat game ternyata tidak cuma bagi permainan atau mengisi waktu luang saja. Kini, game juga dijadikan sebagai media sekaligus senjata buat melawan kecanduan opium.

Reuters melaporkan, sebanyak 20 perempuan muda di bagian barat Kota Heart, Afghanistan, menciptakan game buat melawan kecanduan opium. Mereka yaitu ahli komputer yg bisa membangun aplikasi dan situs web serta melacak bug dalam kode komputer.

Perempuan-perempuan itu diajarkan ilmu komputer dalam sebuah proyek bernama Code to Inspire. Nantinya, perempuan yg dapat ilmu kode komputer mampu bekerja dari rumah tanpa harus ke kantor.

“Dalam proses ini perempuan sedang membangun jalur karier baru buat diri mereka sendiri dan bagi generasi berikutnya,” kata Hasib Rasa, yg yaitu manajer dari proyek ini.

Salah sesuatu permainan yg sudah dirancang dan menarik penggemar gamer adalah Fight Against Opium.

Game beberapa dimensi ini mengharuskan pemain menjalankan misi yg dikerjakan tentara Afghanistan bagi menghancurkan ladang opium, melawan penguasa obat bius, dan menolong petani beralih ke kunyit yg sedang tumbuh.

Sebagai informasi, Afghanistan yaitu sumber opium terbesar di dunia. Meskipun dilarang, produksi opium mencapai rekor pada tahun 2017, naik 87 persen dibanding tahun 2016 lalu.

Salah seorang pengembang game anti-opium, Khatira Mohammadi, menyampaikan ingin menunjukan kompleksitas persoalan dengan cara yg sederhana.

“Kami sudah mengilustrasikan persoalan penting negara kalian melalui permainan,” katanya.

Code to Inspire yaitu sebuah kursus yg diberikan khusus bagi perempuan. Peserta kursus ini yaitu perempuan berusia 15-25 tahun yg tak dapat bagi kuliah.

Tujuannya, agar perempuan bisa bekerja tanpa harus meninggalkan rumah. Di Afghanistan, tak biasa untuk kaum perempuan bagi bekerja di luar rumah. Mereka yg mampu bekerja di luar rumah hanyalah guru, perawat, dokter, bidan, dan pembantu rumah tangga.
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca