Co-CEO Oracle Mark Hurd Meninggal Dunia

oleh -66 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

Redwood City – Mark Hurd, co-CEO Oracle yg juga mantan CEO Hewlett Packard (HP) selama periode diguncang skandal, meninggal dunia dalam usia 62 tahun.

Kematian Hurd tak diumumkan secara terbuka oleh Oracle, tetapi perusahaan perangkat lunak itu sudah mengonfirmasi kepada CNBC meskipun tak memberikan komentar tambahan.

Melalui email, Founder & Chairman Oracle Larry Ellison memberi tahu para karyawan bahwa Hurd sudah meninggal Jumat dini hari (18/2019) waktu setempat.

“Oracle sudah kehilangan seorang pemimpin yg brilian dan terkasih yg secara pribadi menyentuh kehidupan banyak dari kalian selama dekade di Oracle,” tulis Ellison.

“Kita seluruh mulai kehilangan pikiran Mark (Hurd) yg tajam dan kemampuan langka buat menganalisis, menyederhanakan, dan menyelesaikan persoalan dengan cepat. Beberapa dari kalian mulai kehilangan persahabatan dan bimbingannya. Aku mulai kehilangan kebaikan dan rasa humornya,” imbuh dia.

Hurd mengumumkan cuti dari Oracle pada September dahulu karena alasan kesehatan yg tak dijelaskan.

“Meskipun kalian seluruh bekerja keras bersama bagi menutup kuartal pertama, aku sudah menetapkan bahwa aku harus menghabiskan waktu fokus pada kesehatan saya,” kata Hurd dalam pernyataannya ketika itu.

“Saya mencintai Oracle dan berharap Anda segala sukses selama ketidakhadiran saya,” tambah Hurd.

Hurd dan Safra Catz diangkat sebagai CEO Oracle (co-CEO) pada September 2014. Saham Oracle sudah naik sekitar 37 persen sejak itu.

Sebelum di Oracle, Hurd adalah CEO di Hewlett-Packard dari 2005 hingga 2010, dan harga saham HP naik lebih dari beberapa kali lipat. Tetapi, masa jabatannya tak bebas dari kontroversi.

Skandal pecah pada 2006 karena upaya buat menentukan siapa orang di HP yg membocorkan keterangan ke media.

Anggota dewan pergi, agen-agen federal memulai investigasi, dan Hurd bersaksi di depan komite kongres. HP setuju bagi membayar US$14,5 juta dalam penyelesaian dengan jaksa agung California.

Kemudian pada 2010, harga saham HP anjlok 8 persen setelah perusahaan teknologi itu mengumumkan pengunduran diri Hurd di tengah klaim pelecehan seksual yg dituduhkan terhadapnya.

Ketika itu, HP menyimpulkan bahwa meski Hurd tak melanggar kebijakan perusahaan tentang pelecehan seksual, ia gagal memenuhi standarnya. [ikh]
Sumber: http://teknologi.inilah.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca