Huawei Berencana Restrukturisasi Agar Tak Tergantung AS

oleh -34 views
Cloud Hosting Indonesia

Banyumas Raya

– Huawei menjadi perbincangan hangat dua bulan terakhir. Puncaknya tidak yang lain saat pemerintahan Presiden Donald Trump memasukan perusahaan yang berasal China itu ke dalam daftar hitam yg menghambat bisnis Huawei dengan perusahaan yang berasal Amerika.

Huawei memang bukan petarung utama, tetapi lebih menjadi pihak yg terperangkap di tengah perang dagang AS-China. Meski Trump sempat melunak dengan mengijinkan kembali Huawei berbisnis dengan perusahaan AS, tetapi Huawei rupanya tidak mau lengah.

Pendiri Huawei, Ren Zhengfei mengumumkan rencananya buat merestrukturisasi perusahaan agar tidak tergantung pada AS, terutama dalam hal bisnis smartphone yang belakangan menjadi andalan buat mendulang uang.

Baca juga: Apa yg Beda Jika Ponsel Huawei Tak Pakai Android?

Saat dimasukkan ke blacklist AS, bisnis ponsel Huawei memang tersudut karena kehilangan akses ke sejumlah komponen utama dari rekanannya di Nageri Paman Sam, misalnya sistem operasi Android besutan Google dan chip Qualcomm.

Dalam sebuah memo yg beredar di internal Huawei, Ren pun menyampaikan mulai membuat “pasukan besi” tidak kasat mata bagi melindungi bisnis consumer Huawei.

“Kita harus menyelesaikan perombakan dalam keadaan yg sulit, meciptakan “pasukan besi” yg kuat dan mampu menolong kami meraih kemenangan. Kita harus benar-benar menyelesaikan reorganisasi ini dalam tiga hingga lima tahun,” tulis Ren dalam memo tersebut.

Memo internal tertanggal 2 Agustus itu pertama kali dikuak oleh Bloomberg, seperti dihimpun oleh Tekno, Kamis (15/8/2019), dan sudah dikonfirmasi oleh perwakilan Huawei.

Ren yaitu insinyur teknik yg memiliki latar belakang militer. Tak heran seandainya bahasa yg kerap ia gunakan cenderung bernuansa militeristik.

Baca juga: Ini Dia, Gadget Pertama Pengusung OS Harmony

“Dua peluru menyasar bisnis konsumer kita, sayangnya mereka mengenai tangki minyak,” tulis Ren tanpa menjelaskan maksudnya lebih detail.

Dalam memonya, Ren juga menyampaikan bahwa Huawei sedang mengalami ujian yg cukup panjang karena AS. Ia mengisyaratkan dua sektor bisnis mungkin tak mulai selamat seandainya ada perombakan.

Sumber: http://tekno.kompas.com
BanyumasRaya.com

Komentar Pembaca

No More Posts Available.

No more pages to load.