Wow, Nilai Investasi Cilacap 2019 Capai Rp7,2 Triliun

oleh -409 views
Cloud Hosting Indonesia

Cilacap merupakan salah satu tulang punggung energi nasional. Kilang minyak hingga pembangkit listrik tenaga uap ada di wilayah yang terkenal lantaran punya pulau penjara, Nusakambangan.

Cilacap menyuplai kebutuhan BBM dan listrik untuk Indonesia, terutama di pulau yang kebutuhannya tertinggi, Jawa. Makanya, tak aneh jika kedekatan dengan sumber energi ini membuat pemerintah daerah berencana membuat sebuah kawasan industri, yang konon, bakal seluas 30 ribu hektare.

Investasi digenjot. Ada sejumlah sektor unggulan. Pemerintah Kabupaten Cilacap pun berupaya menciptakan iklim investasi yang baik. Berbagai kemudahan memanjakan investor.

Salah satunya dengan penerapan OSS alias Online Single Submission (OSS) atau program pelayanan terpadu satu pintu. Berinvestasi di Cilacap, seorang pemodal tak perlu repot bolak-balik antar gedung. Sistemnya pun online.

Iklim pro-investasi itu rupanya berimbas ke tingginya realisasi investasi. Hingga September 2019 atau triwulan III 2019 mencapai Rp7,21 triliun atau tepatnya Rp7.218.126.478.542.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Cilacap, Dian Arinda Murni mengatakan itu berarti terjadi peningkatan sebesar 800 persen dibanding target investasi 2019 yang telah ditetapkan

Investasi terbesar di Cilacap pada 2019 di bidang listrik, gas dan air. Sedangkan investasi kedua terbesar adalah industri kayu.

“Ya, PLTU salah satu yang terbesar,” katanya, Jumat, 22 November 2019.

Investasi Sektor Perikanan Digenjot

Di luar gas bumi, listrik dan air, pelabuhan Cilacap adalah salah satu dermaga penghasil ikan terbesar di Indonesia. Lebih dari 15 ribu nelayan ada di Cilacap.

Karenanya, Pemkab mendorong agar investor mulai berinvestasi di sektor unggulan Cilacap. Misalnya, udang Vaname, pariwisata, industri manufaktur, perhotelan, dan perumahan.

Di bidang perikanan udang Vanamae, Pemkab mendorong agar ada industri hulu hingga hilir. Artinya, Cilacap membuka lebar-lebar bagi investor yang hendak menanamkan modalnya mulai dari budidaya hingga siap saji.

“Dari tambaknya, pembenihannya, cold storage-nya, processing-nya,” ucapnya.

Komentar Pembaca