Antisipasi longsor, DAOP 5 Purwokerto berencana pindah jalur rel KA di Banyumas

oleh -129 views
Cloud Hosting Indonesia

Longsor dan banjir yang terjadi di Kabupaten Banyumas pekan lalu berimbas pada jalur kereta api (KA). Tanah longsor menimpa saluran air antara Tambak-Stasiun Ijo, menyebabkan rel tergenang. Sehingga menyebabkan sejumlah perjalanan KA dihentikan darurat.

Mengantisipasi persoalan yang sama berulang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop 5) Purwokerto menyiagakan jaring pengaman, pagar batang bambu dan besi. Fungsinya mengantisipasi kawasan rawan longsor pada puncak musim penghujan ini.

Pengaman tersebut dipasang di lima wilayah yang diidentifikasi rawan longsor, yakni jalur antara Tambak-Stasiun Ijo, Kranggan, Linggapura, Kebasen dan Notog.

Kepala Daop 5 Purwokerto, Yosita Dachtiar mengatakan, wilayah itu rawan longsor lantaran jalur rel berimpitan dengan tebing. Dia menjelaskan, pada musim penghujan, daerah yang melintas wilayah perbukitan rawan gerakan tanah longsor dan gogosan rel.

“Kalau daerah dataran rendah rawan genangan,” ujarnya, Selasa (13/3).

Dalam jangka panjang, kata Yosita, jalur rel rawan longsor akan dipindah ke jalur rel baru yang kini tengah dikerjakan di proyek jalur ganda (double track). Selain itu, petugas khusus pun ditempatkan di daerah-daerah rawan longsor.

“Jadi, jika terjadi bencana alam akan langsung diketahui dan dilaporkan,” ujar Yosita.

Selain rawan longsor dan gogosan rel, pada musim penghujan ini ada sejumlah titik yang rawan ambles. DAOP 5 Purwokerto mengantisipasi dengan menyiagakan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) yang ditempatkan di sejumlah titik. [fik]

Sumber : Merdeka.com

Komentar Pembaca